Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Doa Ibu Lebih Mulia Dari Doa Ulama Besar Sekalipun

Doa Ibu Lebih Mulia Dari Doa Ulama Besar Sekalipun, Di Hadramaut ( Yaman ), Setiap orang yang datang menghadap Habib Salim atau Habaib Sepuh yang Alim di Tarim untuk minta di doakan, selalu mendapat pertanyaan yang sama :

*"Apakah kamu masih memiliki permata (Ibu ) di rumahmu ?"* *Jika jawabnya , masih Maka beliau dengan halus mengatakan, Tahukah, bahwa doa ibu untukmu, lebih mulia & Makbul dari pada Doa seorang Wali Besar sekalipun ?"*

*Rasulullah ﷺ bersabda : " Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah , maka jangan sia-siakan pintu itu atau jagalah ia ." (HR. TIRMIDZI).*
Ibu adalah pintu Surga bagi anak-anaknya & Ayah adalah jembatan menuju kepadanya Air susu Ibu yang kita minum adalah saripati makanan hasil jerih payah , keringat Ayah yg mencari nafkah untuk keluarga Karena itu Muliakan Mereka .
Bila kita sudah bekerja berkeluarga, atau tidak tinggal serumah, sering-seringlah mengunjunginya. Bila tidak memungkinkan, Telponlah, agar hatinya ridha, atas seluruh jerih payah & setiap tetesan susu yang telah menjadi darah daging kita.
Setidaknya, memberikan Perhatian kepadanya di Masa Tuanya, jangan melawannya... Kesuksesan kita dalam belajar..dalam bekerja..tidak terlepas dari DOA seorang Ibu. Perbaiki hubunganmu dengan Ibu, kau akan mendapatkan ketenangan & kedamaian..
*DOA Ibu menembus langit ke-7...tidak terhalang oleh apapun ... Muliakanlah ibumu, surga menantimu..* Semoga ALLAH Ta'ala Meridhai...
Share:

Kisah Nabi Syith a.s.(Putra Nabi Adam AS)

Kisah Nabi Syith a.s.(Putra Nabi Adam AS) 
Setelah terbunuhnya Habil oleh saudaranya, Qabil, kemudian Siti Hawa melahirkan anak kembar lagi yang laki-laki diberi nama Syits (dalam bahasa Arab dan ‘Ibrani) atau Syats (dalam bahasa Suryani), Sedangkan yang perempuan diberi nama ‘Azura. ketika Syits dilahirkan, Nabi Adam sudah berusia 930 tahun, setelah menderita sakit selama 11 hari, Nabi Adam wafat. Ketika masih sakit Nabi Adam, Syits telah berusia 400 tahun, Nabi Adam berwasiat kepada Syits untuk menggantikan posisi kepemimpinannya. Nabi Adam sengaja memilih Syits sebab anaknya yang satu ini memiliki kelebihan dari segi keilmuan, kecerdasan, ketakwaan dan kepatuhan dibandingkan dengan semua anaknya yang lain. Sebagai Nabi, Syits menerima perintah-perintah dari Allah yang tertulis dalam 50 lembaran sahifah. Demikian Rasulullah Saw berkisah yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas dan Abu Dzar al-Ghifari sebagaimana dikutip dalam Tarikh Thabarany (Jil. I, hal. 152). 

Dalam memilih pemimpin, Nabi Adam tidak mengutamakan faktor usia, postur tubuh, kekuatan fisik dan aspek-aspek lainnya, Tetapi dalam memilih pemimpin Nabi Adam menjadikan ketakwaan, kecerdasan dan ketaatan sebagai kriteria utama. Dari Abu Dzar al-Ghifari, Rasulullah Saw mengisahkan: Tarikh At-Thabarany (Jil. 2, hal. 153). 

Nasehat Nabi Adam A.S kepada Syits A.S : 
  1. Janganlah kamu merasa tenang dan aman hidup di dunia, Karena aku merasa tenang hidup di surga yang bersifat abadi, ternyata aku dikeluarkan oleh Allah daripadanya. 
  2. Janganlah kamu bertindak menurut kemauan hawa isteri-isteri kamu. Karena aku bertindak menurut kesenangan hawa istriku, sehingga aku memakan pohon terlarang, lalu aku menjadi menyesal. 
  3. Setiap perbuatan yang kamu lakukan, renungkan terlebih dahulu akibat yang akan ditimbulkan. Seandainya aku merenungkan akibat suatu perkara, tentu aku tidak tertimpa musibah terusir dari surga. Timbang baik dan buruknya jika hawa istrimu meminta kamu melakukan apa yang isteri kamu kehendaki. 
  4. Ketika hati kamu merasakan kegamangan akan sesuatu, maka tinggalkanlah ia, Karena ketika aku hendak makan syajarah, hatiku merasa gamang, tetapi aku tidak menghiraukannya, sehingga aku benar-benar menemui penyesalan.
  5. Bermusyawarahlah mengenai suatu perkara, karena seandainya aku bermusyawarah dengan para malaikat, tentu aku tidak akan tertimpa musibah.
Nabi Adam juga mengingatkan Syits untuk menjaga kerahasiaan pelimpahan mandat ini agar jangan sampai diketahui oleh Qabil, si pendengki. Dia telah diberi tabut, tali, pedang, dan kudanya yang bernama Maimun yang telah diturunkan kepadanya dari surga. Apabila kuda itu meringkik, semua binatang yang melata di bumi menyambutnya dengan tasbih. Syits telah diwasiati untuk memerangi saudaranya, Qabil. Dia pergi untuk memerangi Qabil dan akhirnya perang itu pun berkecamuk. Itulah perang pertama yang terjadi antara anak-anak Adam di muka bumi. Dalam peperangan itu, Syits memperoleh kemenangan dan dia menawan Qabil. Qabil sebagai tawanan berkata: “Wahai Syits, jagalah persaudaraan di antara kita.”Syits berkata, “Mengapa engkau sendiri tidak menjaganya ? Engkau telah membunuh saudaramu, Habil.” Kemudian Qabil ditawan oleh Syits kedua tangannya dibelenggu di atas pundaknya, dan dia ditahan di tempat yang panas sampai meninggal. Anak-anak Qabil bermaksud menguburkannya. Tiba-tiba Iblis datang kepada mereka dalam rupa malaikat. Iblis berkata kepada mereka : “Jangan dikubur di dalam bumi.” "Iblis membawakan dua batu hablur yang telah dilubangi tengah-tengahnya. Dia menyuruh mereka memasukkan Qabil ke dalam ruang antara dua batu hablur itu, memakaikannya pakaian terindah dan meminyakinya dengan ramuan-ramuan tertentu sehingga dia tidak akan mengering. Lalu Iblis menyuruh mereka menyimpannya di sebuah rumah, diletakkan di atas kursi yang terbuat dari emas dan memerintahkan kepada setiap orang yang masuk ke rumah itu untuk bersujud kepadanya sebanyak 3 kali. iblis berhasil menyesatkan anak keturunan Qabil." 

"Iblis memerintahkan kepada mereka untuk merayakan upacara setiap tahun untuknya dan berkumpul di sekitarnya. Kemudian Iblis mewakilkan urusan ini kepada setan. Setan itulah yang kemudian berkomunikasi dengan mereka sehingga manusia terus-menerus sujud kepada Qabil." "Sementara Syits, setelah dia menunaikan tugasnya memerangi Qabil, pulang ke negeri Hindi (India) dan menetap di sana sebagai juru pemutus yang adil di antara manusia." 

Setelah meninggalnya Adam, Siti Hawa isteri Nabi Adam tidak hidup lama, hanya setahun, dan meninggal di hari Jumat dalam waktu yang sama ketika dia diciptakan. Siti Hawa meninggal di zaman Syits. Diriwayatkan bahwa Hawa dikuburkan berdekatan dengan Adam. Setelah kepergian mereka, Allah menurunkan 50 sahifah kepada Syits, Dialah orang pertama yang mengeluarkan kata-kata hikmah. Dialah yang pertama kali melakukan transaksi dengan emas dan perak dan orang pertama yang memperkanalkan jual beli, membuat timbangan, dan takaran. Dan dialah orang pertama yang menggali barang tambang dari dalam bumi.

Nabi Syits mempunyai seorang anak laki-laki yang diberi nama Anusy (atau Arfus atau Yanisy). Di kening Syits terdapat cahaya Muhammad saw yang berpindah kepadanya dari Adam. Setelah Anusy lahir, cahaya tersebut berpindah ke keningnya. Nabi Syith a.s. wafat pada usia 900 tahun. setelah Syits wafat meninggal, dia digantikan oleh anaknya, Anusy. Sebelum meninggal, Syits menyerahkan tabut, tali, suhuf, dan cincin kepada Anusy. Anusy kemudian menikah dengan seorang wanita yang kemudian mengandung seorang anak. Setelah anak itu lahir, cahaya Muhammad saw yang ada pada Anusy pindah ke wajahnya. Anak tersebut diberi nama Qainan (atau Kifan). Anusy adalah manusia pertama yang menanam pokok kurma, bercakap bahasa hikmat, mempelajari tulisan dan ilmu kira-kira serta menghitung perjalanan matahari dan bulan. Anusy terus melakukan kebiasaannya sampai dia menemui ajalnya. Anusy meninggal pada usia 890 tahun. Sebelum meninggal, dia serahkan tabut dan shuhuf kepada anaknya, Qainan. Dia memberi wasiat dan mengangkatnya sebagai pengganti setelahnya, artinya Qainan juga diangkat oleh Allah SWT menjadi Nabi dan Rasul, setelah Qainan diangkat menjadi pemimpin setelah bapaknya, Qinan mempunyai kekuatan memerangi bangsa Jin, dia muncul di antara manusia dengan adil. 

Qainan kemudian menikah dengan seorang wanita yang bernama Uthnuk. Dari pernikahan tersebut, Uthnuk mengandung seorang anak laki-laki. Setelah lahir, anak tersebut diberi nama Mahlil (atau mahlaila) dan cahaya Muhammad saw pindah ke keningnya. Maka Qainan menyerahkan tabut dan suhuf kepada anaknya dan mengangkatnya sebagai penggantinya. Selanjutnya, Qainan sakit yang membawanya kepada meninggal pada usia 890 tahun.

Pada zaman Nabi Mahlil, manusia mula berpecah belah dan menjalani hidup berpuak-puak dan bersuku-suku. Dalam sejarah asal mula manusia menyembah berhala di dunia ini ialah umat di zaman Nabi Mahlil. Berikutnya Mahlil meninggal pada usia 865 tahun dan cahaya beralih ke anaknya yang bernama Yarid. Yarid pun meninggal dan cahaya itu berpindah ke anaknya yang bernama Ukhnukh, yang kemudian dikenal dengan Nabi Idris as yang datang menyeru kepada kaum Nabi Mahlil supaya kembali menyembah Allah SWT. *Ibnu ‘Abbas, Abu Dzar al-Ghifari, dalam Tarikh Hadist AT-Thabarany (Jil. I,2,3,4,5..hal. 152, hal 153).*
Share:

Masjid Agung Trans Studio Bandung


Selain Masjid Raya Bandung di kota kembang itu juga ada Masjid Agung Trans Studio Bandung yang juga merupakan salah satu masjid hits di Bandung yang tentunya mempunyai daya tarik tersendiri bagi siapa saja yang mengunjunginya. Masjid Agung Trans Studio Bandung ini mirip masjid Nabawi bergaya Timur Tengah juga menjadi oase di tengah-tengah pusat perbelanjaan dan tempat rekreasi. Lokasi masjid berlantai dua ini berada di kawasan Trans Studio Bandung (TSB) dan Trans Studio Mall (TSM).


Bangunan Masjid ini persis karakter Masjid Nabawi terletak pada bagian pilar marmer di dalam masjid, kepala pilar dan relung tembok jendela, Bagian mihrab dan pintu utama masjid juga seperti di Nabawi. Dan tidak salahnya setelah singgah di Masjid Raya Bandung juga singgah dan mampir juga ke Masjid Agung Trans Studio Bandung ini.
Share:

Wisata Ke Masjid Raya Bandung

Masjid Raya Bandung - Merupakan Masjid Raya kebanggaan masyarakat Bandung yang menjadi salah satu tempat wisata rohani atau religi yang ada di sekitar alun-alun kota bandung tepat nya berada di ruas jalan Asia-Afrika. Mesjid Raya Bandung juga populer dikenal bernama Mesjid Agung Bandung, sebuah bangunan termegah di Bandung, Masjid Agung Bandung atau Masjid Raya Bandung.


Dengan Modelnya yang sangat khas dan megah Bangunan mesjid agung bandung menjadikan masjid ini banyak dikunjungi wisatawan di setiap harinya. Arsitekturnya masjid raya bandung ini memang sangat luar biasa, indahnya Masjid ini menjadikannya selalu ramai dikunjungi oleh umat muslim setiap hari, baik yang mau melaksanakan ibadah shalat 5 waktu atau yang lainnya, baik warga bandung maupun wisatawan.

Lokasi Masjid ini sangat strategis, menjadikan masjid raya bandung ini mudah untuk diakses dari segala penjuru kota bandung yang juga dikenal dengan nama kota kembang, Dan jika anda berjalan-jalan ke bandung lalu mencari tempat ibadah untuk shalat sekaligus bersantai sejenak dengan suasana yang nyaman dan sejuk singgahlah ke Masjid Raya Bandung.
Share:

Allah Mengambil Perjanjian Para Nabi

Firman Allah dalam Kitab suci Al-Qur'an :

“Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para Nabi: ‘Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepadamu seorang Rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya.’ Allah berfirman: ‘Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?’ Mereka menjawab: ‘Kami mengakui.’ Allah berfirman: ‘Kalau begitu saksikanlah (hai para Nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu.’ (QS.Surah Ali 'Imraan (3) ayat 81).

Barangsiapa yang berpaling sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS.Surah Ali 'Imraan (3) ayat 82).

Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.(QS.Surah Ali 'Imraan (3) ayat 83).

Katakanlah:` Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yaqub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri. `(QS.Surah Ali 'Imraan (3) ayat 84).

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (QS.Surah Ali 'Imraan (3) ayat 85).

Demikianlah Allah menerangkan kepada kita, mengingatkan kita dan memberi pengajaran kepada kita dengan ayat-ayatNya, supaya kita mempelajari apa yang telah Allah terangkan kepada kita dengan ayat-ayatNya dalam kitab Al-Qur'an. Maka perhatikanlah oleh kita, Bagaimana ketika Allah mengambil perjanjian para Nabi, dan ketika itu Allah berfiman kepada para Nabi: 

"Sungguh apa yang telah Aku berikan kepadamu dari Kitab dan Hikmah maka itu adalah benar, kemudian sesudah itu bagaimana jika datang kepadamu seorang Rasul yang membenarkan apa yang telah ada padamu, apakah sungguh kamu akan beriman kepadanya, dan apakah sungguh sungguh kamu mau menolongnya ?, Allah berfirman :"Apakah kamu akan mengakui Rasul dan apakah kamu mau mengambil perjanjian-Ku ?, para Nabi menjawab : "Kami mengakui dan kami mau mengambil perjanjian-Mu."Allah berfirman: " Maka saksikanlah dan Aku-pun menjadi saksi bersama kamu." Maka sesudah itu barangsiapa yang berpaling, maka mereka itulah yang fasik.

Demkianlah ketika Allah mengambil perjanjian perjanjian para Nabi. maka itu ketahuilah oleh kita, supaya kita mengetahui bagaimana para Nabi berjanji kepada Allah, bahwa mereka mau menolong Rasul dengan menyampaikan risalah Allah dan perkataan-Nya kepada manusia, dan mereka mau menolong agama pilihan Allah yang telah Allah pilih dari agama atau dari keta'atan Nabi Ibrahim as untuk keta'atan manusia kepada Allah dalam kehidupan dunia, Kemudian sesudah itu para Nabi menunaikannya sebagaimana yang telah mereka janjkan kepada Allah. dan sesudah para Nabi wafat, maka itu Allah wariskan kepada kita sebagai generasi penerusnya. itulah warisan para Nabi dari sesudah para Nabi wafat, maka maukah kita menerima warisan para Nabi ? Tentu saja bukan !Karena kita ini sebagai generasi penerusnya.

Maka janganlah kita berpaling karena yang demikian itu perbuatan orang-orang fasik yang enggan menolong Rasul dan enggan pula menolong Agama pilihan Allah. Janganlah kita mencari agama yang lain dari selain agama islam yang telah Allah pilih untuk agama kita dalam kehidupan dunia. Mari kita mengucapkan : "Ya Allah Ya Tuhan kami, sungguh kami beriman kepada-Mu dan kepada apa yang telah Engkau turunkan kepada kami dan kepada apa yang telah Engkau turunkan kepada Nabi Ibrahim AS, kepada Nabi Ismail AS, kepada Nabi Ishak AS, kepada Nabi Yakub AS dan kepada anak cucunya Nabi Muhammad SAW, dan kepada apa yang telah Engkau berikan kepada Nabi Musa AS dan kepada Nabi Isa AS, dan kepada apa yang telah Engkau berikan kepada para Nabi, dan kami tidak membedakan salah seorang diantara Rasul-Rasul Engkau dan hanya kepada Engkaul-lah kami menyerakan diri mengabdi dengan ta'at tunduk patuh kepada perintah-Mu."

Janganlah kita mencari agama lain selain agama islam yang telah Allah pilih dari agama Nabi Ibrahim AS untuk agama kita semua dalam kehidupan dunia, dan itu telah Allah tunjukkan kepada kita dengan ayat-ayat Nya dalam Kitab Al-Qur'an, supaya kita tidak mencari agama lain dari selain agama islam. 
Share:

Situs Wisata Makam Besar Sultan Malik As-Saleh

Makam Besar Di Samudera Pasai salah satu situs sejarah yang wajib di kunjungi, bila anda ke samudera pasai sayang sekali jika melewatkan situs sejarah ini. Samudera Pasai adalah Salah Satu Tempat Wisata yang banyak di kunjungi orang baik dari dalam maupun luar negeri yaitu pemandangan berupa Makam-makam Raja atau Sultan dan Ratu atau Sultanah, dimana duhulu kala di sana ada kerajaan islam pertama Indonesia.

Kerajaan Samudera Pasai terletak di Aceh, dan merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia. Kerajaan ini didirikan oleh Meurah Silu pada tahun 1267 M. Bukti-bukti arkeologis keberadaan kerajaan ini adalah ditemukannya makam raja-raja Pasai di Geudong Aceh Utara. 

Makam ini terletak di dekat reruntuhan bangunan pusat kerajaan Samudera di desa Beuringin, kecamatan Samudera, sekitar 17 km sebelah timur Lhokseumawe. Di antara makam raja-raja tersebut, terdapat nama Sultan Malik al-Saleh, Raja Pasai pertama. Malik al-Saleh adalah nama baru Meurah Silu setelah ia masuk Islam, dan merupakan Sultan Islam pertama di Indonesia. Berkuasa lebih kurang 29 tahun (1297-1326 M). Kerajaan Samudera Pasai merupakan gabungan dari Kerajaan Pase dan Peurlak, dengan raja pertama Malik al-Saleh. Perhatikan peninggalan kerajaan berikut ini :
Di Komplek Makam Sulthanah Risyah
Di komplek Makam Sulthanah Risyah
Makam Sultan Malik Al-Saleh
Makam Sultan Malik As-Saleh
Makam Teungku Sidi Abdullah menteri keuangan kerajaan Samudera Pasai
Di Makam Sulthanah Risyah
Makam Sulthanah Risyah

Ini beberapa foto dari foto makam besar di samudera pasai semoga bermanfaat.
Share:

Foto Keindahan Masjid Baiturrahman Banda Aceh

Keindahan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh dalam foto, 

Depan Masjid
Dalam Masjid
Para Jama'ah
Wisatawan dari negara-negara jiran
Menara Masjid & Payung Elektrik
Payung Elektrik Menambah Pesona Masjid
Tampak Wisatawan Halaman Depan Masjid
Serambi Masjid
Dalam Masjid
Dalam Masjid
Share:

Wisata Ke Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Saat di Masjid Raya Baiturrahman
Masjid Raya Baiturrahman adalah sebuah masjid Kesultanan Aceh yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam pada tahun 1022 H/1612 M. Jadi umur masjid ini sekarang telah mencapai 404 tahun. Masjid Baiturrahman kini merupakan Masjid Negara. Masjid yang indah dan megah ini terletak tepat di jantung Kota Banda Aceh dan menjadi titik pusat dari segala kegiatan di Aceh Darussalam.

Sebagai tempat bersejarah yang memiliki nilai seni tinggi, Masjid Raya Baiturrahman menjadi objek wisata religi yang mampu membuat setiap wisatawan yang datang berdecak kagum akan sejarah dan keindahan arsitekturnya, di mana Masjid Raya Baiturrahman termasuk salah satu Masjid terindah di Indonesia yang memiliki arsitektur yang memukau, ukiran yang menarik, halaman yang luas dengan kolam pancuran air bergaya Kesultanan Turki Utsmani dan akan sangat terasa sejuk apabila berada di dalam Masjid ini. Suasana keindahan Masjid Raya Baiturrahman dengan segera dapat melepaskan stress dan penat di tubuh. Wisata religi mempunyai banyak arti tersendiri, Banyak dari wisatawan menjadikan Masjid Baiturrahman sebagai tujuan wisata religi yang favorit. Disini anda dapat melihat beberapa foto tentang Masjid Baiturahman yang ada. Silahkan lihat disini Foto keindahan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.
Share:

Kisah Nabi Danial AS dan Nabi Irmiya AS

Dalam kisah Nabi Danial (Daniel) as, Memang tidak terlepas dengan Nabi Irmiya (Armia) as Keduanya adalah Nabi Allah. (Nabi yang selain dari 25 Nabi/Rasul).

Raja Nebukadnezar datang ke Baitul-Maqdis dari Syria, lalu membunuh kaum Bani Isra’il, merampas kota Baitul-Maqdis dengan aksi kekerasan, dan menawan anak cucu mereka, yang salah satunya adalah Daniel ‘alaihis salam. Sebelum aksinya, raja ini lebih dulu didatangi oleh ahli nujum dan paranormal, seraya mereka bilang: Suatu malam akan lahir seorang bayi fulan yang bakal memporak-porandakan kerajaanmu.

Lalu sang Raja menjawab: Demi Tuhan! Tak akan tersisa malam itu seorang bayi lahir kecuali akan kubunuh. Semua bayi dihabisi, kecuali bayi Daniel saja yang tidak dibunuh dan hanya dialungkan ke singa hutan. Namun singa itu enggan memangsanya, malah singa betinanya menjilat-jilat sang bayi dan tidak melukainya. Kemudian ibunya datang dan menemukan kedua singa (jantan dan betina) itu tengah menjulur-julurkan lidahnya ke tubuh anaknya. Allah lalu menyelamatkan bayi itu.

Setelah kejadian itu, ulama setempat menuturkan bahwa Daniel lalu melukis/mengabadikan gambarnya dan gambar kedua singa yang menjilatinya itu pada permata cincin agar dia tidak lupa akan nikmat Allah atasnya (diriwayatkan oleh Ibnu Abu Dunya dengan sanad hasan).

Dalam redaksi yang lain diceritakan: Selepas Nabi Musa ‘alaihis salam yang berselang cukup lama, ada seorang nabi yang dipanggil dengan Daniel. Nabi ini didustai oleh banyak kaumnya, diciduk oleh rajanya, seraya dilemparkan ke hadapan macan yang sengaja dibuat lapar di dalam perigi. Tapi ketika Allah melihat keelokan tawakal kepada-Nya dan kesabarannya demi menuntut sesuatu yang ada di sisi-Nya, maka Allah menahan mulut-mulut singa itu untuk memangsanya, malah ia berdiri dengan kedua kakinya di atas singa itu. Singa itu berhasil dijinakkan dan tidak melukainya. Lalu Allah mengirim Irmiya dari negeri Syria, yang kemudian membebaskan Daniel dari kesulitan ini, dan menghancurkan orang yang hendak melenyapkan Daniel.

Dari Abdullah bin Abu Hudhail, ia berucap: Nebukadnezar telah melatih dua ekor singa dan melemparkan keduanya ke dalam sumur. Lalu dia bawa Daniel dan dia masukkan ke dalam sumur itu, namun kedua singa itu tidak menerkamnya. Apa yang diinginkan Allah, itulah yang terjadi terhadap Daniel. Tapi sebagaimana manusia lainnya, Daniel pun ingin makan dan minum. Kemudian Allah mewahyukan Irmiya yang tengah berada di Syria agar menyiapkan makanan dan minuman untuk Daniel. Irmiya pun menyahut: Wahai Rabb, aku tinggaldi bumi yang suci (Syria) sedang Daniel ada di negeri Babilonia, negara bagian Irak. Lalu Allah kembali mewahyukan agar Irmiya mempersiapkan sesuatu yang sudah Allah perintahkan, dan Allah akan mengirim makhluk yang akan membawa dirinya sekaligus membawa apa yang sudah ia siapkan. Irmiya pun menunaikan perintah wahyu itu, lalu Allah Mengutus makhluk yang membawa Irmiya sekalian membawa segala sesuatu yang sudah disiapkannya, hingga sampai di mulut sumur itu, tempat Daniel tergolek. Daniel menyambutnya dengan bertanya: “Siapa anda?”

“Saya Irmiya,” jawabnya.
“Siapa yang membawamu?” tanya Daniel.
“Rabbmu mengutus aku agar menemuimu,” kata Irmiya.
Daniel menimpali: “Dia (Rabb) menyebut aku?”
“Ya,” jawab Irmiya.

Ucap Daniel: “Segala puji bagi Allah, Dzat yang tidak melupakan orang yang mengingat-Nya. Segala puji bagi Allah, Dzat yang tidak mengecewakan orang yang menharap-Nya. Segala puji bagi Allah, Dzat yang barangsiapa bertawakal kepada-Nya, niscaya Allah akan mencukupinya. Segala puji bagi Allah, Dzat yang barangsiapa menaruh kepercayaan penuh kepada-Nya, maka Allah tidak akan mewakilinya kepada yang lain. Segala puji bagi Allah yang mengganjar ihsan (kebajikan) dengan ihsan dan membalas keburukan dengan pengampunan. Segala puji bagi Allah yang membalas kesabaran dengan kejayaan. Segala puji bagi Allah yang telah mengangkat kesukaran kami setelah kesulitan kami. Segala puji bagi Allah, Yang adalah tumpuan kepercayaan kami ketika kami berpraduga buruk terhadap amal-amal kami. Segala puji bagi Allah, Dzat yang adalah tumpuan harapan kami ketika siasat telah terputus dari kami.”


Notes :
Nebukadnezar (604-561 SM) adalah Raja Babilonia yang menyerang Mesir dan membebaskan al-Quds, lantas membakarnya, juga mengusir orang-orang Yahudi ke Babilonia. (lihat al-Munjid)

Nabi Daniel adalah penulis Kitab Daniel, yaitu bagian dari Kitab Perjanjian Lama, yang juga pahlawan kenabian. Tradisi Masehi memasukkannya sebagai salah satu di antara empat Nabi yang besar (lihat al-Munjid dan al-Bidayah juz Ii, hlm. 36-38). Para sahabat menemukan makamnya dan segala hal yang bertautan dengannya saat pembebasan yang terjadi pada era Umar bin Khaththab.

Irmiya adalah salah satu nabi terbesar Bani Isra’il yang empat, yang memperoleh kenabian sebelum punahnya kerajaan orang-orang Yahudi. Ia banyak mengalami intimidasi dan siksaan dari pihak kerajaan.

Sumber : Surga di Dunia karya Ibrahim bin Abdullah Al-Hazimi (penerjemah: Abu Sumayyah Syahiidah), penerbit: Pustaka Al -Kautsar,cet. Kedua, Mei 2000, hal. 39-42.

Share:

Mengetahui Rukun Iman

Rukun Iman ada enam :

1. Iman kepada Allah,
Allah itu wajib adanya lagi Maha Esa. Tanda wajib adanya yaitu adanya alam semesta ini.

2. Iman kepada Malaikat, Malaikat diciptakan oleh Allah SWT dari cahaya, tidak berayah dan tidak beribu dan tidak berjenis kelamin. 

Jumlah malaikat tidak ada seorangpun yang tahu dan hanya Allah SWT yang mengetahuinya, Orang islam wajib mengimami 10 malaikat yaitu:
  1. Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu.
  2. Malaikat Mikail bertugas menyampaikan rezki, menurunkan hujan dan angin. 
  3. Malaikat Rakib bertugas mencatat perbuatan baik.
  4. Malaikat Atid bertugas mencatat perbuatan buruk.
  5. Malaikat Mungkar bertugas penanya dialam kubur
  6. Malaikat Nakir bertugas penanya dialam kubur
  7. Malaikat Izrail  bertugas mencabut nyawa.
  8. Malaikat Israfil bertugas meniup sangkalkala.
  9. Malaikat Malik bertugas menjaga neraka.
  10. Malaikat Ridwan bertugas menjaga surga.

3. Iman kepada kitab-kitab Allah, Mengimani bahwa seluruh kitab Allah adalah Firman/Kalam (ucapan) yang merupakan wahyu dari Allah. Yang wajib diketahui kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT ada 4 (empat) kitab dan 100 (seratus) suhuf,
Adapun 4 kitab yaitu : 
  1. Kitab Suci Taurat diturunkan kepada Nabi Musa as
  2. Kita Suci Zabur diturunkan kepada Nabi Daud as
  3. Kitab Suci Injil diturunkan kepada Nabi Isa as
  4. Kitab Suci Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad saw
Adapun 100 suhuf yaitu :
  • 60 suhuf diturunkan kepada Nabi Syits as
  • 30 suhuf diturunkan kepada Nabi Ibrahim as
  • 10 suhuf diturunkan kepada Nabi Musa as
4. Iman kepada Nabi dan Rasul Allah
Jumlah Nabi 124.000 orang dan yang jadi Rasul 113 orang, 
dan yang wajib diketahui ada 25 orang,
  1. Nabi Adam 
  2. Nabi Idris - Babil Irak
  3. Nabi Nuh -  Selatan Irak modern
  4. Nabi Hud -  Timur Hadhramaut, Yaman
  5. Nabi Shaleh - 2150-2080 B.C - Hijaz dan Syam
  6. Nabi Ibrahim - 1997-1822 B.C - Irak
  7. Nabi Luth - 1950-1870 B.C - Sadum, Syam, Palestina
  8. Nabi Ismail - 1911-1779 B.C - Qabilah Yaman, Mekkah
  9. Nabi Ishaq - 1761-1638 B.C - Al-Khalil Palestina
  10. Nabi Yakub -  Bani Israil di Syam 
  11. Nabi Yusuf - 1745-1635 B.C - Mesir
  12. Nabi Syu'aib - 1600 - 1500 B.C - Madyan
  13. Nabi Ayub - 1540-1420 B.C - Haran, Syam
  14. Nabi Zulkifli - 1500-1425 B.C - Damaskus
  15. Nabi Musa - 1527-1408 B.C - Yordania modern
  16. Nabi Harun - 1531-1408 B.C - Sina, Mesir
  17. Nabi Daud - 1010 - 970 B.C - Israel
  18. Nabi Sulaiman - 975-935 B.C - Baitul Maqdis-Palestina
  19. Nabi Ilyas - 910-850 B.C - Israel, Syam
  20. Nabi Ilyasa - 885-795 B.C - Israel, Syam, Palestina
  21. Nabi Yunus - 820-750 B.C - Irak
  22. Nabi Zakaria - 100-20 B.C - Palestina
  23. Nabi Yahya - 31-1 B.C - Israel, Palestina
  24. Nabi Isa - 1-32 B.C  - Israel, Palestina
  25. Nabi Muhamad SAW - 20 Apr 570/571 - 8 Juni 632 - Arab

5. Iman kepada Hari Kiamat
6. Iman kepada Qadha dan Qadar 
Share:

Mengetahui Rukun Islam

Rukun Islam ada lima :

1. Mengucap dua kalimat syahadat,
أشهد أن لا اله الا الله وأشهد ان محمد رسول الله
‘Asyhadu an laa ilaaha illallāh wa asyhadu anna Muhammad Rasuulullāh.’
Artinya: Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah.
2. Mengerjakan shalat lima waktu sehari semalam yaitu zhuhur, ashar, magrib, insya dan subuh.
3. Puasa pada bulan ramadhan.
4. Mengeluarkan Zakat.
5. Pergi haji ke baitullah (Mekah) bagi yang mampu.

Share:

Hukum Menuntut Ilmu Agama

Menuntut ilmu agama hukumnya adalah wajib, berdosalah orang yang meninggalkannya. 

Sebagaimana Sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, 
THALABUL-ILMI FARIIDHATUN ALAA KULLI MUSLIMIN. 
Artinya : Menuntut ilmu fardhu atas tiap-tiap orang islam.  

Berikut ini di antara motivasi yang Allah dan Rasul-Nya tunjukkan akan betapa mulianya ilmu:


1. Pencari ilmu akan Allah mudahkan jalannya menuju Surga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang menempuh sebuah jalan dalam rangka untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju Surga.” (HR. Muslim).

Menuntut Ilmu Agama (Syar’i) Memudahkan Jalan Menuju Surga, Setiap Muslim dan Muslimah yang ingin masuk Surga. Maka, jalan untuk masuk Surga adalah dengan menuntut ilmu Agama (syar’i). Sebagaiman Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) atas orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allah memudahkan atasnya di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi (aib) seorang muslim, maka Allah menutupi (aib)nya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong hamba selama hamba tersebut senantiasa menolong saudaranya. Barangsiapa yang meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju Surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan ketenteraman turun atas mereka, rahmat meliputi mereka, Malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyanjung mereka di tengah para Malaikat yang berada di sisi-Nya. Barangsiapa yang lambat amalnya, maka tidak dapat dikejar dengan nasabnya.” 
  • Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 2699), Ahmad (II/252, 325), Abu Dawud (no. 3643), At-Tirmidzi (no. 2646), Ibnu Majah (no. 225), dan Ibnu Hibban (no. 78-Mawaarid), dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu. Lafazh ini milik Muslim.
  • Jaami’ul ‘Uluum wal Hikam (II/297) dan Qawaa’id wa Fawaa-id minal Arba’iin an-Nawawiyyah (hal. 316-317).
Di dalam hadits ini terdapat janji Allah ‘Azza wa Jalla bahwa bagi orang-orang yang berjalan dalam rangka menuntut ilmu syar’i, maka Allah akan memudahkan jalan baginya menuju Surga. 

2. Orang yang dikaruniai ilmu agama merupakan tanda kebaikan dari Allah ta’ala baginya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, Allah akan memahamkan ilmu agama kepadanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Maka dari hadits ini kita bisa mengambil kesimpulan, seseorang yang tidak Allah berikan pemahaman agama kepadanya maka ini merupakan tanda Allah tidak menginginkan kebaikan kepadanya, dan sebaliknya seorang yang paham dengan agama Allah merupakan tanda kebaikan pada dirinya.

3. Ulama adalah pewaris para Nabi. “Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham (harta) akan tetapi mereka mewariskan ilmu. Barang siapa mengambilnya maka sungguh ia telah mendapatkan bagian yang sangat banyak.” (HR. Ibnu Majah, Abu Daud dan At-Tirmidzi)

4. Seorang yang berilmu adalah cahaya yang menjadi petunjuk bagi manusia dalam urusan agama maupun dunia, bila seorang ulama meninggal maka itu adalah musibah yang dialami kaum muslimin. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak mengangkat ilmu secara langsung dari hati hamba-hambanya akan tetapi Allah mengangkat ilmu dengan mewafatkan para ulama, sehingga ketika Allah tidak lagi menyisakan ulama, jadilah manusia mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh sebagai ulama, mereka bertanya kepadanya dan ia pun menjawab tanpa ilmu sehingga ia sesat dan menyesatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Rasulullah Berdoa kepada Allah agar ditambahkan ilmu agama. Cukuplah kemuliaan bagi ilmu dengan Allah ta’ala memerintahkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai Nabi pilihan untuk berdoa meminta tambahan ilmu, bukan meminta tambahan harta atau yang selainnya dari perkara dunia, Allah ta’ala berfirman, “Katakanlah (wahai Muhammad), “Wahai Rabbku, tambahkanlah ilmu bagiku.” (QS. Thaha: 114)

Dan masih banyak lagi dalil-dalil yang menyebutkan tentang keutamaan ilmu dan ucapan para Ulama dalam hal ini, namu cukuplah apa yang telah kami sebutkan di atas untuk mewakili banyaknya keutamaan-keutamaan tersebut.

Ilmu Apa Yang Wajib Dipelajari

Ilmu yang wajib dipelajari bagi manusia adalah ilmu yang menuntut untuk di amalkan saat itu, adapun ketika amalan tersebut belum tertuntut untuk di amalkan maka belum wajib untuk dipelajari. Jadi ilmu tentang tauhid, tentang 2 kalimat syahadat, ilmu tentang iman, adalah ilmu yang wajib dipelajari ketika seseorang menjadi muslim, karena ilmu ini adalah dasar yang harus diketahui.

Kemudian ilmu tentang shalat, hal-hal yang berkaitan dengan shalat, seperti bersuci dan lainnya, merupakan ilmu berikutnya yang harus dipelajari, kemudian ilmu tentang hal-hal yang halal dan haram, ilmu tentang mualamalah dan seterusnya.

Contohnya seseorang yang saat ini belum mampu berhaji, maka ilmu tentang haji belum wajib untuk ia pelajari saat ini, akan tetapi ketika ia telah mampu berhaji, maka ia wajib mengetahui ilmu tentang haji dan segala sesuatu yang berkaitan dengan haji. Adapun ilmu tentang tauhid, tentang keimanan, adalah hal pertama yang harus dipelajari, karena setiap amalan yang ia lakukan tentunya berkaitan dengan niat, kalau niatnya dalam melakukan ibadah karena Allah maka itu amalan yang benar, adapun kalau niatnya karena selain Allah maka itu adalah amalan syirik, kita berlindung dari berbuat syirik kepada Allah ta’ala.

Mewaspadai Bahayanya Kebodohan

Pembaca kaum muslimin yang dimuliakan Allah, demikianlah beberapa bentuk kemuliaan yang Allah ta’ala berikan terhadap para pemilik ilmu sehingga tidak sama kedudukannya dengan mereka yang tidak memiliki ilmu. Allah ta’ala berfirman: “Katakanlah (ya Muhammad) apakah sama orang-orang yang mengetahui (berilmu) dengan orang yang tidak mengetahui (jahil)?.” (QS. Az-Zumar: 9)

Sebaliknya orang yang jahil akan ilmu agama-Nya disebutkan oleh Allah ta’ala sebagai seorang yang buta yang tidak bisa melihat kebenaran dan kebaikan. Allah ta’ala berfirman, “Apakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu adalah al-haq (kebenaran) sama dengan orang yang buta? (tidak mengetahui al-haq).” (QS. Ar-Ra’d: 19)

Hal ini menunjukkan bahwa yang sebenarnya memiliki penglihatan dan pandangan yang hakiki hanyalah orang-orang yang berilmu. Adapun selain mereka hakikatnya adalah orang yang buta yang berjalan di muka bumi tanpa dapat melihat. Allah ta’ala berfirman: “Tidak sama antara penghuni an-nar dengan penghuni al-jannah.” (QS. Al-Hasyr: 20)

Semoga Allah ta’ala memberi taufik kepada kita semua untuk senantiasa berilmu sebelum berkata dan beramal. Semoga Allah menolong kita untuk meraih kemuliaan hidup yang hakiki di dunia dan akhirat dengan mempelajari ilmu agama islam yang benar yang bersumberkan dari Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman para Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di bawah bimbingan Ulama Pewaris Nabi. Amin Ya Rabbal ‘Alamin. [Satria Buana]

Ilmu Dahulu Sebelum Amal

Imam besar kaum muslimin, Imam Al-Bukhari berkata, “Al-’Ilmu Qoblal Qouli Wal ‘Amali”, Ilmu Sebelum Berkata dan Beramal. Perkataan ini merupakan kesimpulan yang beliau ambil dari firman Allah ta’ala “Maka ilmuilah (ketahuilah)! Bahwasanya tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu” (QS. Muhammad: 19). Dari ayat yang mulia ini, Allah ta’ala memulai dengan ilmu sebelum seseorang mengucapkan syahadat, padahal syahadat adalah perkara pertama yang dilakukan seorang muslim ketika ia ingin menjadi seorang muslim, akan tetapi Allah mendahului syahadat tersebut dengan ilmu, hendaknya kita berilmu dahulu sebelum mengucapkan syahadat…, kalau pada kalimat syahadat saja Allah berfirman seperti ini maka bagaimana dengan amalan lainnya, tentunya lebih pantas lagi kita berilmu baru kemudian mengamalkannya. Ucapan ini beliau katakan ketika memberi judul suatu Bab di dalam kitab beliau “Shahihul Bukhari” dalam kitab Al-Ilmu.
Share:
Selamat Datang Di Web Blog The Nilawati Site, Saya mengucapkan banyak Terimakasih bagi siapapun yang sudah mengunjunginya.

Arsip Blog

Label

Agama (13) Blogger (21) Kisah Nabi (9) Traveling (5) Trik Blogger (9) Tutorial Blogger (12)

Arsip Blog

Terbaru

Komentar