Tampilkan postingan dengan label Kisah Nabi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Nabi. Tampilkan semua postingan

Kisah Nabi Jirjis AS

Adapun jirjis alaihi salam ibnu falthin beliau hidup di zaman raja yang disebut dardayanah (raja dari Syria yang dikenal sebagai Kooraazaanaa) yang mana dia adalah penyembah berhala, maka pada suatu hari ia mendirikan singgasana lalu meletakan berhala-berhalanya dan menghiasi berhala-berhala tersebut dengan permata dan mutiara serta mengharumkannya dengan misik dan kamper lalu ia menyalakan api didepan singgasana itu, maka barangsiapa yang bersujud kepada berhalanya maka ia membebaskan orang tersebut dan barangsiapa tidak bersujud maka ia melemparkan orang tersebut kedalam api.

Maka Allah SWT mengutus Jirjis alaihi salam kepadanya dan mengajaknya untuk menyembah Allah ta’ala dan ia berkata : mengapa engkau menyembah apa tidak dapat mendengar dan tidak dapat melihat, dan tidak dapat memenuhi kebutuhanmu sedikit pun..
maka raja tersebut berkata : sesungguhnya harta dan kerajaan serta berbagai kenikmatan ada padaku dalam jumlah yang tak terbatas semenjak aku menyembah berhala maka mana bekas penyembahanmu kepada Tuhanmu, tidak nampak atasmu sedikitpun dari nikmat.. maka Nabi Jirjis alaihisalam berkata : sesungguhnya nikmat dunia itu akan hilang dan Allah ta’ala telah memberikan kepadaku nikmat akhirat didalam surga.. maka terjadilah antara keduanya pembahasan yang banyak, hingga raja memerintahkan untuk membunuh jirjis alaihisalam, dan raja memerintahkan agar mendidihkan air yang dicampur jamur dan zat asam pada sebua bejana, lalu menumpahkan bejana air yang didihkan tadi ke atas badan Nabi jirjis alaihi salam.. lalu raja memeritahkan untuk menyisir daging nabi jirjis dengan sisir dari besi hingga tidak tersisah dari badan nabi Jirjis daging sedikitpun kecuali hanya tulang saja.. lalu Allah menghidupkan kembali Nabi Jirjis pada saat itu juga atas sebaik-baiknya bentuk, lalu Nabi jirjis menyeruh dengan suaranya yang keras : " Hai kafir katakanlah Laa Ilaha Illallah!!" lalu raja memerintahkan agar membawakan 6 paku dari besi, lalu dibawakan kepadanya 6 paku tersebut.. lalu menancapkan 2 paku tersebut di kedua tangannya dan 2 paku di kedua kakinya dan 1 paku dikepalanya dan 1 paku didanya nabi jirjis alaihisalam..lalu Allah mengutus malaikat, maka malaikat tersebut mengeluarkan paku-paku dari badan nabi jirjis as. lalu Nabi jirjis hidup lagi seperti semula.. dan berkata : " Hai Kafir katakanlah Laa Ilaha illallah!" maka raja memerintahkan untuk mendatangkan kuwali yang besar, maka dibawakan kwali tersebut kepadanya.. lalu dilemparkan Nabi jirjis kedalam kwali tersebut kemudian dinyalakan api dan di didihkan.. maka Allah mengeluarkannya dari kwali tersebut mata air yang dingin hingga tidak membahayakan didihan kwali satupun rambut dari rambut-rambutnya Nabi jirjis as. 

Maka nabi jirjis keluar dari kwali seperti sediakala.. lalu raja memerintahkan agar menyiksa dengan siksaan bertubi-tubi dan tidak membahayakan siksaan tersebut ke Nabi jirjis sedikitpun dengan kekuasaan Allah ta’ala dan dikatakan bahwasannya mereka membunuh Nabi jirjis sebanyak 70 kali, dan di sebagian kitab sebanyak 100 kali. ketika raja melihat kejadian itu ia berkata : wahai jirjis saya memiliki hajat kepadamu, apabila engkau mengabulkan hajatku maka aku akan memberikan kepadamu apapun yang kamu perintahkan kepadaku.. dan aku ingin agar engkau bersujud kepada berhalaku satukali sujud saja dan mendekatkan diri kepada berhala itu dengan persembahan, dan apabila engkau mengerjakan itu aku akan memberikan apapun yang engkau perintahkan dengannya.. maka Nabi jirjis diam dan tidak menjawab sedikitpun.. maka orang kafir menyangka nabi jirjis menerima ucapannya.. lalu raja berkata: hai jirjis aku telah menyiksamu dengan berbagai macam siksaan dan banyak menyakitimu, maka pergilah bersamaku kerumahku agar engkau dapat beristirahat dirumahku 1 malam.. maka jirjis pergi kerumah raja, dan melakukan shalat dan membaca Zabur, hingga terbit fajar, maka berbekas pembacaan Nabi jirjis didalam hati istri sang raja, maka menangislah istri sang raja dengan tangisan yang banyak, lalu istri sang raja berdiri dibelakang Nabi Jirjis alaihisalam serta merasa takut dan bertaubat.. lalu Nabi Jirjis menyodorkan atasnya agama Islam, maka sang istri raja masuk kedalam agama islam. ketika nabi jirjis keluar dari rumahnya raja, maka raja mengajaknya untuk bersujud dan Nabi Jirjispun tidak menjawabnya, maka raja memenjarakannya didalam rumah seorang perempuan tua yang memiliki seorang anak yang tuli,bisu dan buta, dan melarang nabi jirjis dari makan dan minum, dan ada didalam rumah perempuan tersebut batang kayu, lalu Nabi Jirjis bedo’a maka batang kayu tersebut menjadi tumbuh daun dan berbuah dengan buah yang bermacam-macam. dan ketika datang perempuan tua tersebut dan melihat kepada batang kayu itu maka dia memeluk agama islam dan meminta kepada nabi jirjis agar mendo’akan anaknya yang lumpuh, maka nabi jirjispun mendo’akannya.. maka Allah menghilangkan dari anak tersebut apa-apa yang diderita anak tersebut, maka nabi jirjis berteriak dan berkata: wahai anak laki-laki, maka anak tersebut : labaik Ya Rasulallah, lalu nabi jirjis berkata: pergilah kamu ke tempat berhalah, dan katakan kepada berhala-berhala itu bahwasannya jirjis memanggil kalian.. lalu anak tersebut pergi dan masuk ketempat berhala-berhala dan jumlah berhala tersebut ada 70. dan ketika sampai untusan dari Nabi jirjis alaihi salam maka berhala tersebut berjalan dengan kepala-kepala mereka dengan kuasa Allah Ta’ala ke Nabi jirjis as. ketika nabi jirjis as.melihat istri raja, maka nabi jirjis Menunjuk bumi dan menghentakan kakinya kebumi lalu terbelahlah bumi dengan hentakan kaki nabi jirjis as. ketika istri sang raja melihat mu’jizat ini, maka ia naik ke atas istana dan berseru: wahai penduduk negeri,kasihanilah diri kalian dan masuklah kedalam agama islam, maka raja berkata kepada istrinya: sesungguhnya aku melihat sejak 70 tahun yang lalu mu’jizat yang sangat banyak aku tidak mau masuk islam, sedang engkau memeluk islam dengan hanya sekali melihat satu mu’jizat saja.. maka sang istri menjawab: itu dikarnakan celakanya kamu, dan ini karna kebahagian yang diberikan kepadaku.. maka raja memerintahkan untuk membunuh sang istri maka istrinya pun terbunuh.. Lalu nabi jirjis bermunajat kepada Allah dan berkata: Ya Ilahi saya telah merasakan sejak 70 tahun yang lalu gangguan orang-orang kafir dan sudah tidak tersisah lagi padaku kemampuan setelah hari ini, maka berikanlah kepadaku rizqi mati syahid dan adzablah mereka adzab yang sangat pedih, ketika selesai dari do’anya, terlihat api turun dari langit, ketika api mendekat kepada mereka, maka mereka menebaskan pedang mereka dan membunuh jirjis lalu wafatlah Jarjis alaihi salam dengan sempurna (syahid), maka api turun dan memusnahkan mereka semua, istana beserta raja dan tentara hancur binasa dan kejadian ini terjadi pada hari selasa.
Share:

Kisah Nabi Khidir AS

Kisah Nabi Khidir ini sarat dengan pesan dan hikmah yang agung.
Dikisahkan, pada suatu malam Nabi Khidir menerima wahyu melalui mimpi, Nabi Khidir bermimpi mendapat perintah. Perintah tersebut berbunyi: “Esok engkau dikehendaki keluar dari rumah pada waktu pagi menghala ke barat.” Begitu bunyi bait pertama kepada Nabi Khidir. Masih di dalam tidurnya, Nabi Khidir menerima lima perintah yang harus dikerjakannya dengan segera jika ingin mendapatkan ridha Allah SWT. “Engkau juga dikehendaki berbuat, pertama apa yang engkau lihat (hadapi) maka makanlah, kedua engkau sembunyikan, ketiga engkau terimalah, keempat jangan engkau putuskan harapan, dan yang kelima larilah engkau daripadanya.”  

Pada keesokan harinya, Nabi Khidir  itu pun keluar dari rumahnya menuju ke barat. Baru beberapa kilo keluar dari rumahnya, Nabi Khidir dipertemukan dengan perintah pertama. Namun Nabi Khidir bingung karena yang diperintahkan pertama itu adalah memakannya. Sementara yang ia temui adalah sebuah bukit. Karena kebingungan itu ia bergumam dalam hatinya. “Aku diperintahkan memakan pertama aku hadapi, tapi sungguh aneh sesuatu yang mustahil yang tidak dapat dilaksanakan."

Maka Nabi itu terus berjalan menuju ke bukit itu dengan hasrat untuk memakannya. Ketika ia menghampirinya, tiba-tiba bukit itu mengecilkan diri sehingga menjadi sebesar roti. Maka Nabi Khidir itu pun mengambilnya lalu disuapkan ke mulutnya. Bila ditelan terasa sungguh manis bagaikan madu. Ia pun mengucapkan syukur.“Alhamdulillah perintah pertama sudah aku kerjakan semoga Allah memudahkan pelajaran yang tersirat ini,” katanya.   

Setelah menyelesaikan perintah pertama, Nabi Khidir meneruskan perjalanannya lalu bertemu pula dengan sebuah mangkuk emas. Ia teringat akan arahan mimpinya supaya disembunyikan. Untuk itu ia bersegera menggali sebuah lubang lalu ditanamkan mangkuk emas itu dan kemudian ia tinggalkan begitu saja. Setelah meninggalkan beberapa langkah. Tiba-tiba mangkuk emas itu keluar seperti semula. Nabi itu pun menanamkannya kembali. Kejadian itu berulang-ulang hingga tiga kali berturut-turut. Maka berkatalah Nabi Khidir. “Aku telah melaksanakan perintah-Mu ya Allah.”  

Lalu ia pun meneruskan perjalanannya. Anehnya, ia kembali mengalami peristiwa serupa. Tanpa disadari Nabi Khidir mangkuk emas tersebut untuk kesekian kalinya, keluar dari tempat ditanam. Namun Nabi Khidir kali ini tidak mempedulikannya. Ketika ia sedang berjalan, tiba-tiba ia melihat seekor burung elang sedang mengejar seekor burung kecil. Kemudian burung kecil yang terlihat kelelahan itu menghampiri Nabi Khidir dan berkata. “Wahai Nabi Allah, tolonglah aku,” pintanya dengan napas tersengal-sengal. Mendengar permintaan burung yang memelas itu. Nabi Khidir pun langsung meraih burung itu dan memasukkan ke dalam bajunya agar tidak diterkam burung elang yang sedang lapar itu. Namun burung elang mengetahui kalau mangsanya telah disumbunyikan oleh Sang Nabi. Elang pun datang menghampiri Nabi Khidir dan berkata, “Wahai Nabi Allah, aku sangat lapar dan aku mengejar burung itu sejak pagi tadi. Oleh itu janganlah engkau patahkan harapanku dari rezekiku.”  

Karena dua-duanya membutuhkan pertolongannya, Nabi Khidir pun sempat kebingungan. Namun ia teringat pesan dan arahan keempat yang muncul dari mimpinya, yaitu hendaknya ia tidak memutuskan harapan. Akhirnya ia membuat keputusan untuk mengambil pedang lalu memotong sedikit daging pahanya dan diberikan kepada elang itu.

Setelah mendapat daging itu, elang pun terbang dan burung kecil tadi dilepaskannya ke alam bebas. Usai kejadian itu, Nabi Khidir meneruskan perjalannya. Tidak lama kemudian ia bertemu dengan satu bangkai yang amat busuk baunya. Ia pun bergegas lari dari situ karena tidak tahan menghirup aroma yang sangat menyengat itu.

Setelah menemui kelima-lima peristiwa itu, Nabi Khidir pulang ke rumahnya. Pada malam itu, Nabi Khidir pun berdoa. Dalam doanya ia berkata, “Ya Allah, aku telah pun melaksanakan sebagaimana yang diberitahu di dalam mimpiku, maka jelaskanlah kepadaku arti semuanya ini,” katanya dalam doanya di malam hari. Tidak lama setelah berdoa Nabi tertidur dan kembali bermimpi. Dalam kesempatan mimpi kali ini, ia mendapatkan jawaban atas keseluruhan perintah yang ditujukan kepadanya itu.

“Yang pertama engkau makan itu ialah marah. Pada mulanya tampak besar seperti bukit tetapi pada akhirnya jika bersabar dan dapat mengawal serta menahannya, maka marah itu pun akan menjadi lebih manis dari pada madu. Kedua, semua amal kebaikan (budi), walaupun disembunyikan, maka ia tetap akan tampak juga. Ketiga jika sudah menerima amanah seseorang, maka janganlah kamu khianat kepadanya. Keempat jika orang meminta kepadamu, berusahalah membantunya, meski sejatinya engkau tengah ada suatu kepentingan. Kelima,  bau yang busuk itu ialah ghibah atau menceritakan hal seseorang. “Maka larilah dari orang orang yang sedang duduk berkumpul membuat ghibah,” kata Allah.

Semoga bermanfaat! Wassalam ....
Share:

Nabi Muhammad SAW Penegak Kerajaan Allah Di Muka Bumi

Nabi Muhammad SAW  adalah pembawa agama Islam dan Islam adalah Kerajaan Allah di muka bumi. 

Arti kata "Muhammad" secara lahiriah adalah menunjuk kepada satu sosok seorang manusia yang dipilih dan diutus oleh Allah untuk menyampaikan seruan atau ajaran Tauhid kepada seluruh umat manusia.

Arti kata "Muhammad" secara batiniah adalah suatu anasir Yang Bersifat Terpuji (Nur Muhammad).

Katakanlah : “sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Maha Esa…. ”(QS Al Kahfi 18 : 110).

Di dalam Al Qur’an juga telah diterangkan bahwa Muhammad SAW adalah contoh yang paling baik bagi umat manusia yang menghendaki perjumpaan dengan Allah ketika kita masih hidup di atas dunia. Hal ini sesuai dengan firman Allah ;

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagi kamu, yaitu bagi orang-orang yang mengharapkan menemui Allah dan Hari Akhir dan mengingat Allah sebanyak-banyak” (QS Al Ahzab 33 : 21).

“Muhammad itu sekali-kalilah bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu tetapi dia adalah Rasul Allah dan penutup Nabi-Nabi. Dan sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segalanya” (QS Al Ahzab 33 : 40).

Nabi Muhammad merupakan manusia sempurna yang patut menjadi Uswatun Hasanah bagi seluruh umat manusia. Hakikat dari istilah “Sempurna” itu, mempunyai unsur keseimbangan, kesepadanan, kesesuaian dan keharmonisan dalam hal apapun. Namun demikian Nabi Muhammad tetap manusia biasa dan Kesempurnaan yang paling sempurna pada hakikatnya adalah Allah SWT itu sendiri. 

Allah menetapkan hukum-Nya lewat utusan-Nya, Segala yang dilakukan oleh Rasul adalah berdasarkan petunjuk dari Allah yaitu berdasarkan wahyu yang diwahyukan kepadanya. Nabi Muhammad dialah yang membawa ajaran islam dan dari Nabilah kita mengenal agama islam. 

Firman-Nya :
إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللّهِ الإِسْلاَمُ

Artinya : “Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali Imran : 19)

Allah mengatakan bahwa tidak satu pun agama yang diterima di sisi-Nya selain dari Islam, yaitu mengikuti para rasul yang telah diutus Allah swt hingga mereka ditutup dengan diutusnya Nabi Muhammad saw yang menutup seluruh jalan kepadanya kecuali dari sisi Muhammad saw. 

Sebagaimana firman-Nya :
وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Artinya : “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali Imran : 85).

Demikianlah agar bermanfaat bagi kita semua, Barang siapa di beri petunjuk oleh Allah maka tak akan ada lagi manusia yang bisa menyesatkannya dan barang siapa di tutup hatinya oleh Allah maka tak akan ada lagi manusia yang bisa memberi petunjuk. Terimakasih yang tak terhingga kepada Nabi Muhammad yang telah membawa kita kepada mengenal Allah, walaupun dia telah lama tiada tetapi dia selalu ada di hati kita, semoga sabda-sabda nya diterbangkan oleh pecinta-pecintanya sampai ke seluruh penjuru dunia. Amin ...
Share:

Kisah Nabi Hizqil AS

Nabi Hizqil  as hidup sekitar tahun 591 SM, dimana diperkirakan pada masa setelah Nabi Musa as dan sebelum Nabi Daud as. Dalam Kitab Qishashul Anbiya (Kisah Para Nabi), Ibnu Katsir ra, menerangkan bahwa Nabi Hizqil adalah putra dari Budzi. Adapun makna dari nama Hizqil adalah ”Allah menyucikannya”, hal ini sesuai dengan sikap hidup Nabi Hizqil  as, yang selalu dijauhkan Allah dari dosa.

Dalam hadist riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslìm;
  1. Muhammad bin Ishak menceritakan dari Wahab bin Munabih ra, ''Ketika Kalib bin Yofana kembali ke pangkuan Ilahi, yaitu setelah Yusya, semua urusan bani Israel diserahkan kepada Nabi Hizqil bin Budzi, putra Al-Ajuz yg telah mendoakan kaumnya sebagaimana telah disebutkan Allah dalam firman-Nya.”
  2. Hadist senada yang bersumber dari Al-Zuhri, Muhammad bin Ishak mengemukakan, ''Tidak disebut kan kepada kami berapa lama Nabi Hizqil menetap di tengah Bani Israel hingga akhirnya Allah SWT memanggilnya kembali ke sisi-Nya.''
Buya Haji Abdul Karim Amrullah (HAMKA), dalam bukunya Tafsir Al-Azhar menerangkan, bahwa Nabi Hizqil  as disebut dengan Nabi Hazqial as.

Berfirman Allah SWT;
”Apakah engkau tidak memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halaman mereka sedang mereka beribu-ribu jumlahnya karena takut mati. Maka Allah berfirman kepada mereka, ’Matilah kalian’, kemudian Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.”  (QS Al-Baqarah: 243).

Rasulullah saw bersabda;
”Wabah tersebut pernah ditimpakan sebagai siksaan bagi umat-umat sebelum kalian, jika kalian mendengar berita tentang penyakit itu di suatu daerah janganlah kalian memasuki daerah itu. Dan jika penyakit itu mewabah di daerah dimana kalian berada janganlah kalian keluar darinya karena hendak melarikan diri darinya.” (HR Ahmad).

Nama Nabi Hizqil as memang tidak disebutkan didalam Al-Quran tetapi kisahnya diceritakan di dalam surah Al-Baqarah: 243.

Asbath menceritakan dari Al-Saidi dari Abu Malik dari Abu Shalih dari Ibnu Abbas dari Murrah dari Ibnu Mas'ud dari beberapa sahabat mengenai firman Allah surah Al-Baqarah: 243.

Mereka mengatakan kampung halaman itu bernama Mawardan yang dijangkit penyakit ’tha'un’ (penyakit ganas, dimana pagi sakit sorenya wafat atau sore sakit paginya wafat). Akibatnya seluruh penduduk melarikan diri dan tinggal dipinggiran daerah tersebut. Sedang mereka yang menetap dikampung itu binasa tetapi ada juga dari mereka yang selamat.

Setelah penyakit tha'un lenyap, mereka pun kembali dalam keadaan selamat maka orang-orang yang tetap tinggal dikampung itu berkata, ”Para sahabat kami lebih beruntung dari kami, seandainya kami melakukan seperti yang mereka lakukan, niscaya kami akan tetap hidup. Jika penyakit tha'un mewabah yang kedua kalinya, kami akan ikut keluar bersama mereka.”

Pada tahun berikutnya penyakit tha'un itu melanda mereka kembali, maka mereka yang berjumlah  ribuan lebih melarikan diri hingga tinggal di lembah Afih. Mereka diseru malaikat dari bawah lembah dan dari atas lembah, ”Matilah kalian semua.” Mereka pun dilewati seorang Nabi yg bernama Nabi Hizqil as. Ketika menyaksikan mereka, Nabi Hizqil as berhenti, lalu berpikir tentang mereka itu dan kemudian menggerakkan kedua bibir dan jari-jarinya.

Allah mewahyukan kepada Nabi Hizqil as, ”Apakah engkau mau Aku perlihatkan bagaimana Aku menghidupkan mereka?” Nabi menjawab ”Ya.”  Lalu Allah memerintah Nabi Hizqil as, ”Serulah.” Maka Nabi pun berseru, ”Hai tulang-belulang, sesungguhnya Allah menyuruh kalian untuk bersatu.” Seketika itu juga tulang-belulang yang bertebaran, bergerak lalu saling memadu satu dengan lainnya, hingga akhirnya menjadi jasad yang masih dalam bentuk tulang.

Kemudian Allah mewahyukan kepada Nabi Hizqil as untuk berseru,”Hai sekalian tulang-belulang, sesungguhnya Allah menyuruh kalian agar kalian mengenakan daging.” Maka tulang-belulang itu pun langsung berlapiskan daging, berdarah sekaligus berpakaian.

Lalu Allah berkata kepada Nabi Hizqil, ”Serulah.” Maka Nabi pun berseru, ”Wahai para jasad, sesungguhnya Allah menyuruh kalian untuk bangkit.” Dan mereka pun bangkit.

Ketika orang-orang tersebut telah dihidupkan kembali mereka berkata, ”Mahasuci Engkau ya Allah, segala puji hanya bagi-Mu, tiada Tuhan melainkan Allah.” Mereka kembali kepada kaumnya dalam keadaan hidup padahal diketahui bahwa mereka sudah mati.

Allah menghidupkan mereka kembali setelah mereka mati, mereka berdiri hidup lagi dengan terbengong-bengong lalu mereka memuji Allah. Semoga kisah Islami ini bermanfaat bagi kita. Allaahumma aamiiiin.
Share:

Kisah Nabi Isa AS Dengan Orang Yang Sangat Serakah

Di kisah ini diceritakan pada suatu waktu Nabi Isa as. berjalan dengan seorang temannya yang baru ia kenal. Mereka berdua menelusuri jalan di tepi sungai dengan membawa tiga potong roti. Roti tersebut mereka bagi, untuk Nabi Isa sepotong, untuk teman barunya sepotong, sehingga masih tersisa satu potong roti lagi. Setelah memakan sepotong roti itu, Nabi Isa pergi menuju ke sungai untuk minum. 

Sekembalinya dari sungai, Nabi Isa melihat sepotong roti tadi sudah tidak ada. Ketika beliau bertanya kepada temannya, sang teman mengaku tidak tahu. Keduanya pun kembali melanjutkan perjalanan. Sesampai di sebuah hutan, mereka berdua duduk untuk beristirahat. Nabi Isa mengambil tanah dan kerikil, kemudian beliau berkata, “Jadilah emas dengan izin Allah.” Seketika tanah dan kerikil itu pun berubah menjadi emas. 

Kemudian Nabi Isa membagi emas yang berasal dari tanah dan kerikil tersebut menjadi tiga bagian. “Untukku sepertiga, dan kamu sepertiga, sedang sepertiga sisanya akan kuberikan untuk orang yang mengambil roti tadi.” Spontan teman Nabi Isa as. itu menjawab, “Akulah yang mengambil roti itu.” Nabi Isa kemudian berkata kepadanya , “O ya, kalau begitu ambillah dua bagian ini untukmu.” Setelah itu keduanya pun berpisah. teman Nabi Isa itu merasa sangat gembira. 

Namun dalam perjalanan, dia dihadang oleh dua orang perampok yang akan membunuhnya. teman Nabi Isa menawarkan kepada kedua perampok itu untuk membagi emas yang dibawanya menjadi tiga asalkan ia tidak dibunuh. Kedua orang perampok itupun setuju dengan usul tersebut. Kemudian salah seorang perampok menyuruh rekannya pergi 
ke pasar untuk membeli makanan. Ketika sampai di pasar, orang yang pergi berbelanja itu berfikir untuk merebut semua emas yang dibagikan tadi. Ia pun menaburkan racun ke dalam makanan yang dibelinya agar temannya dan nabi Isa mati dan ia pun dapat memiliki seluruh emas tersebut. Sepeninggalan salah seorang perampok yang membeli makanan, tinggallah teman Nabi Isa bersama seorang perampok lainnya di hutan itu. 

Namun perampok yang tinggal itu ternyata juga berpikiran sama seperti yang sedang pergi ke pasar. Ia lalu bersekongkol dengan teman Nabi Isa tadi untuk membagi emas itu berdua saja dan membunuh temannya yang berbelanja makanan jika nanti ia datang. Ketika perampok yang berbelanja itu datang dari pasar, ia pun langsung dibunuh, hartanya lalu dibagi dua. Karena merasa lapar, mereka berdua pun menyantap makanan yang telah diberi racun itu hingga mereka berdua mati. 

Saat Nabi Isa as. berjalan melewati hutan tersebut, beliau menemukan emas yang berasal dari tanah dan kerikil tadi di samping tiga mayat yang terbujur kaku. Beliau kemudian berkata “Inilah contoh orang yang rakus terhadap harta dan dunia, maka berhati-hatilah kamu kepadanya.” 

Sumber : Kisah Muslim, Semoga dengan kisah cerita ini menjadi 'itibar bagi kita, betapa keserakahan itu telah membuat mereka yang serakah mati sia-sia. Wassalam.
Share:

Kisah Nabi Uzair AS

Kisah Nabi Uzair AS Yang Tertidur Selama 100 Tahun

Nabi Uzair as adalah Hamba Allah yang terkasih, Beliau adalah keturunan Bani Israil ayahnya bernama Sarukha berasal dari keturunan al-Lawiyin, Nabi Uzair adalah Rasul yang diutuskan Allah SWT kepada kaum Bani Israel kira-kira 451 tahun sebelum masehi. Ibnu Katsir meriwayatkan bahwa Nabi Uzair lahir di antara tempo kenabian Nabi Dawud - Nabi Sulaiman as dan Nabi Zakaria as - Nabi Yahya as. 

Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: “Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur ?” Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: “Berapakah lamanya kamu tinggal di sini ?” Ia menjawab: “Saya (Uzair as) tinggal di sini sehari atau setengah hari.” Allah berfirman: “Sebenarnya kamu (Uzair as) telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah, dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang), Kami akan menjadikan kamu (Uzair as) tanda kekuasaan Kami bagi manusia, dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging.” Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata: “Saya (Uzair as) yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”( QS. Surah Al-Baqarah ayat : 259). 

Dikisahkan Nabi Uzair as atau Ezra sangat memahami setiap isi kandungan Taurat (hafiz kitab Taurat) sehingga beliau menjadi rujukan setiap masyarakat Yahudi pada zamannya. Pada zaman penjajahan Raja Bukhtunashar (Raja Persia Babil/Babilon) Baitul Maqdis dihancurkan dan kitab taurat semuanya sudah di bakar, lalu dikalangan masyarakat sudah tidak ada lagi yang hafal taurat, daripada itulah lalu Nabi Uzair yang telah wafat selama 100 tahun lamanya dihidupkan kembali oleh Allah swt. untuk menyelamatkan wahyu Allah (kitab taurat). Dan menjadi tanda kekuasaan Allah bagi manusia.

Namun, kejahilan Bani Israel pada masa itu menyebabkan mereka dosa syirik kepada Allah SWT sebagaimana yang diceritakan oleh Allah SWT dalam surah At-Taubah ayat 30,

Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putera Allah.” Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling ? (QS. Surah At-Taubah ayat : 30). 

Perbuatan mereka orang-orang yahudi ini amatlah berdosa (murtad) dan dilaknat oleh Allah karena Maha Suci Allah dari mempunyai anak. 

Hadist Nabi Muhammad SAW tentang Nabi Uzair AS : Diriwayatkan oleh Abdullah bin Abdurrahman bin Abu Bakar As-Shidiq, di Kitab Nuril Akwan yang ditulis oleh Abi Hasan Al Bishri, Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa bersaksi bahwa sesungguhnya Nabi Uzair itu adalah hamba Allah yang Maha Pemurah, maka Allah membukakan baginya pintu surga dan menjauhkannya dari tipu daya setan dan menyatukannya bersama hamba-hamba Allah yang Maha Pemurah". (Syahadat ini dibaca setelah syahadat kepada Allah dan RasulNya).
Share:

Kisah Nabi Hanzalah AS

Hanzhalah bin Sifwan adalah seorang nabi yang diutus oleh Allah kepada Penduduk Rass (Ashaabur-Rassyi) sebuah negeri yang sekarang letaknya di Yaman, yang dikisahkan sebagai kaum penyembah berhala. Mereka tinggal dekat dengan telaga atau mata air Ar-Rass. 

Menurut Ibnu Katsir dalam karyanya, Qisas al Anbiya' telah menceritakan bahawa baginda telah diutuskan kepada satu kaum di Yaman untuk mengajak mereka supaya beriman kepada Allah S.W.T. Kisah mengenai masyarakat yang dibimbingnya terdapat dalam Al Quran surah Al Furqaan ayat 38 : 
وَعَادًا وَثَمُودَ وَأَصْحَابَ الرَّسِّ وَقُرُونًا بَيْنَ ذَٰلِكَ كَثِيرًا
'Artinya : dan (Kami binasakan) kaum 'Aad dan Tsamud dan penduduk Rass dan banyak (lagi) generasi-generasi di antara kaum-kaum tersebut.'. 

Menurut pendapat kebanyakan ulama', kaum Ashaabur-Rassyi merupakan kaum yang diajak oleh Nabi Hanzalah A.S. untuk beriman kepada Allah S.W.T. Mereka adalah penduduk di sebuah negeri yang sekarang ini terletak di Yaman. Sesetengah pendapat mengatakan bahawa mereka tinggal berhampiran dengan kaum Thamud. Mereka dikenali sebagai masyarakat Ar-Rass kerana tempat tinggal mereka terkenal dengan perigi atau mata air dan nama Ar-Rass juga bermaksud perigi atau mata air. Mereka juga digelarkan sebagai masyarakat penjaga perigi. Terdapat juga cendekiawan muslim mengatakan Ar-Rass itu adalah sebuah bandar. Namun seperti para nabi dan Rasul yang lain, dakwah yang dibawa oleh nabi ini tidak disenangi oleh penduduk Ashaabur-Rassyi sehinggakan mereka telah membunuh nabi ini dengan mencampakkannya ke dalam perigi dan seterusnya mereka telah menerima azab daripada Allah S.W.T sepertimana kaum Aad, Thamud serta kaum nabi Nuh yang dihilangkan mereka daripada muka bumi Allah S.W.T. 

“Ashabur Rass” Penduduk Rass adalah salah satu dari sekian kaum yang lenyap hilang binasa. Hanya tersebut dua kali tentang mereka dalam Al Qur’an. Tanpa dirinci, apa dan bagaimana kebejatan mereka. Yang jelas, mereka disinggung sederet dengan Fir’aun dan kaumnya yang mengakhiri ajal dengan ditenggelamkan di Laut Merah. Juga umat Nabi Nuh ‘alaihis salam yang dihanyutkan dalam air bah yang meluap-luap. Lalu bangsa ‘Aad dan Tsamud yang juga tumbang bak pangkal pohon kurma yang lapuk. Serta umat-umat lain yang tidak lagi tersisa. Semua menentang rasul, tidak takut kepada Allah.

Seperti yang Allah firmankan :

وَعَادًا وَثَمُودَا۟ وَأَصْحَـٰبَ ٱلرَّسِّ وَقُرُونًۢا بَيْنَ ذَ‌ٰلِكَ كَثِيرًا وَكُلًّا ضَرَبْنَا لَهُ ٱلْأَمْثَـٰلَ ۖ وَكُلًّا تَبَّرْنَا تَتْبِيرًا

“Dan (Kami binasakan) kaum ‘Aad dan Tsamud dan penduduk Rass dan banyak (lagi) generasi-generasi di antara kaum-kaum tersebut. Dan Kami jadikan bagi masing-masing mereka perumpamaan dan masing-masing mereka itu benar-benar telah Kami binasakan dengan sehancur-hancurnya.” [Q.S. Al Furqan: 38-39].
Share:

Kisah Nabi Syith a.s.(Putra Nabi Adam AS)

Kisah Nabi Syith a.s.(Putra Nabi Adam AS) 
Setelah terbunuhnya Habil oleh saudaranya, Qabil, kemudian Siti Hawa melahirkan anak kembar lagi yang laki-laki diberi nama Syits (dalam bahasa Arab dan ‘Ibrani) atau Syats (dalam bahasa Suryani), Sedangkan yang perempuan diberi nama ‘Azura. ketika Syits dilahirkan, Nabi Adam sudah berusia 930 tahun, setelah menderita sakit selama 11 hari, Nabi Adam wafat. Ketika masih sakit Nabi Adam, Syits telah berusia 400 tahun, Nabi Adam berwasiat kepada Syits untuk menggantikan posisi kepemimpinannya. Nabi Adam sengaja memilih Syits sebab anaknya yang satu ini memiliki kelebihan dari segi keilmuan, kecerdasan, ketakwaan dan kepatuhan dibandingkan dengan semua anaknya yang lain. Sebagai Nabi, Syits menerima perintah-perintah dari Allah yang tertulis dalam 50 lembaran sahifah. Demikian Rasulullah Saw berkisah yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas dan Abu Dzar al-Ghifari sebagaimana dikutip dalam Tarikh Thabarany (Jil. I, hal. 152). 

Dalam memilih pemimpin, Nabi Adam tidak mengutamakan faktor usia, postur tubuh, kekuatan fisik dan aspek-aspek lainnya, Tetapi dalam memilih pemimpin Nabi Adam menjadikan ketakwaan, kecerdasan dan ketaatan sebagai kriteria utama. Dari Abu Dzar al-Ghifari, Rasulullah Saw mengisahkan: Tarikh At-Thabarany (Jil. 2, hal. 153). 

Nasehat Nabi Adam A.S kepada Syits A.S : 
  1. Janganlah kamu merasa tenang dan aman hidup di dunia, Karena aku merasa tenang hidup di surga yang bersifat abadi, ternyata aku dikeluarkan oleh Allah daripadanya. 
  2. Janganlah kamu bertindak menurut kemauan hawa isteri-isteri kamu. Karena aku bertindak menurut kesenangan hawa istriku, sehingga aku memakan pohon terlarang, lalu aku menjadi menyesal. 
  3. Setiap perbuatan yang kamu lakukan, renungkan terlebih dahulu akibat yang akan ditimbulkan. Seandainya aku merenungkan akibat suatu perkara, tentu aku tidak tertimpa musibah terusir dari surga. Timbang baik dan buruknya jika hawa istrimu meminta kamu melakukan apa yang isteri kamu kehendaki. 
  4. Ketika hati kamu merasakan kegamangan akan sesuatu, maka tinggalkanlah ia, Karena ketika aku hendak makan syajarah, hatiku merasa gamang, tetapi aku tidak menghiraukannya, sehingga aku benar-benar menemui penyesalan.
  5. Bermusyawarahlah mengenai suatu perkara, karena seandainya aku bermusyawarah dengan para malaikat, tentu aku tidak akan tertimpa musibah.
Nabi Adam juga mengingatkan Syits untuk menjaga kerahasiaan pelimpahan mandat ini agar jangan sampai diketahui oleh Qabil, si pendengki. Dia telah diberi tabut, tali, pedang, dan kudanya yang bernama Maimun yang telah diturunkan kepadanya dari surga. Apabila kuda itu meringkik, semua binatang yang melata di bumi menyambutnya dengan tasbih. Syits telah diwasiati untuk memerangi saudaranya, Qabil. Dia pergi untuk memerangi Qabil dan akhirnya perang itu pun berkecamuk. Itulah perang pertama yang terjadi antara anak-anak Adam di muka bumi. Dalam peperangan itu, Syits memperoleh kemenangan dan dia menawan Qabil. Qabil sebagai tawanan berkata: “Wahai Syits, jagalah persaudaraan di antara kita.”Syits berkata, “Mengapa engkau sendiri tidak menjaganya ? Engkau telah membunuh saudaramu, Habil.” Kemudian Qabil ditawan oleh Syits kedua tangannya dibelenggu di atas pundaknya, dan dia ditahan di tempat yang panas sampai meninggal. Anak-anak Qabil bermaksud menguburkannya. Tiba-tiba Iblis datang kepada mereka dalam rupa malaikat. Iblis berkata kepada mereka : “Jangan dikubur di dalam bumi.” "Iblis membawakan dua batu hablur yang telah dilubangi tengah-tengahnya. Dia menyuruh mereka memasukkan Qabil ke dalam ruang antara dua batu hablur itu, memakaikannya pakaian terindah dan meminyakinya dengan ramuan-ramuan tertentu sehingga dia tidak akan mengering. Lalu Iblis menyuruh mereka menyimpannya di sebuah rumah, diletakkan di atas kursi yang terbuat dari emas dan memerintahkan kepada setiap orang yang masuk ke rumah itu untuk bersujud kepadanya sebanyak 3 kali. iblis berhasil menyesatkan anak keturunan Qabil." 

"Iblis memerintahkan kepada mereka untuk merayakan upacara setiap tahun untuknya dan berkumpul di sekitarnya. Kemudian Iblis mewakilkan urusan ini kepada setan. Setan itulah yang kemudian berkomunikasi dengan mereka sehingga manusia terus-menerus sujud kepada Qabil." "Sementara Syits, setelah dia menunaikan tugasnya memerangi Qabil, pulang ke negeri Hindi (India) dan menetap di sana sebagai juru pemutus yang adil di antara manusia." 

Setelah meninggalnya Adam, Siti Hawa isteri Nabi Adam tidak hidup lama, hanya setahun, dan meninggal di hari Jumat dalam waktu yang sama ketika dia diciptakan. Siti Hawa meninggal di zaman Syits. Diriwayatkan bahwa Hawa dikuburkan berdekatan dengan Adam. Setelah kepergian mereka, Allah menurunkan 50 sahifah kepada Syits, Dialah orang pertama yang mengeluarkan kata-kata hikmah. Dialah yang pertama kali melakukan transaksi dengan emas dan perak dan orang pertama yang memperkanalkan jual beli, membuat timbangan, dan takaran. Dan dialah orang pertama yang menggali barang tambang dari dalam bumi.

Nabi Syits mempunyai seorang anak laki-laki yang diberi nama Anusy (atau Arfus atau Yanisy). Di kening Syits terdapat cahaya Muhammad saw yang berpindah kepadanya dari Adam. Setelah Anusy lahir, cahaya tersebut berpindah ke keningnya. Nabi Syith a.s. wafat pada usia 900 tahun. setelah Syits wafat meninggal, dia digantikan oleh anaknya, Anusy. Sebelum meninggal, Syits menyerahkan tabut, tali, suhuf, dan cincin kepada Anusy. Anusy kemudian menikah dengan seorang wanita yang kemudian mengandung seorang anak. Setelah anak itu lahir, cahaya Muhammad saw yang ada pada Anusy pindah ke wajahnya. Anak tersebut diberi nama Qainan (atau Kifan). Anusy adalah manusia pertama yang menanam pokok kurma, bercakap bahasa hikmat, mempelajari tulisan dan ilmu kira-kira serta menghitung perjalanan matahari dan bulan. Anusy terus melakukan kebiasaannya sampai dia menemui ajalnya. Anusy meninggal pada usia 890 tahun. Sebelum meninggal, dia serahkan tabut dan shuhuf kepada anaknya, Qainan. Dia memberi wasiat dan mengangkatnya sebagai pengganti setelahnya, artinya Qainan juga diangkat oleh Allah SWT menjadi Nabi dan Rasul, setelah Qainan diangkat menjadi pemimpin setelah bapaknya, Qinan mempunyai kekuatan memerangi bangsa Jin, dia muncul di antara manusia dengan adil. 

Qainan kemudian menikah dengan seorang wanita yang bernama Uthnuk. Dari pernikahan tersebut, Uthnuk mengandung seorang anak laki-laki. Setelah lahir, anak tersebut diberi nama Mahlil (atau mahlaila) dan cahaya Muhammad saw pindah ke keningnya. Maka Qainan menyerahkan tabut dan suhuf kepada anaknya dan mengangkatnya sebagai penggantinya. Selanjutnya, Qainan sakit yang membawanya kepada meninggal pada usia 890 tahun.

Pada zaman Nabi Mahlil, manusia mula berpecah belah dan menjalani hidup berpuak-puak dan bersuku-suku. Dalam sejarah asal mula manusia menyembah berhala di dunia ini ialah umat di zaman Nabi Mahlil. Berikutnya Mahlil meninggal pada usia 865 tahun dan cahaya beralih ke anaknya yang bernama Yarid. Yarid pun meninggal dan cahaya itu berpindah ke anaknya yang bernama Ukhnukh, yang kemudian dikenal dengan Nabi Idris as yang datang menyeru kepada kaum Nabi Mahlil supaya kembali menyembah Allah SWT. *Ibnu ‘Abbas, Abu Dzar al-Ghifari, dalam Tarikh Hadist AT-Thabarany (Jil. I,2,3,4,5..hal. 152, hal 153).*
Share:

Kisah Nabi Danial AS dan Nabi Irmiya AS

Dalam kisah Nabi Danial (Daniel) as, Memang tidak terlepas dengan Nabi Irmiya (Armia) as Keduanya adalah Nabi Allah. (Nabi yang selain dari 25 Nabi/Rasul).

Raja Nebukadnezar datang ke Baitul-Maqdis dari Syria, lalu membunuh kaum Bani Isra’il, merampas kota Baitul-Maqdis dengan aksi kekerasan, dan menawan anak cucu mereka, yang salah satunya adalah Daniel ‘alaihis salam. Sebelum aksinya, raja ini lebih dulu didatangi oleh ahli nujum dan paranormal, seraya mereka bilang: Suatu malam akan lahir seorang bayi fulan yang bakal memporak-porandakan kerajaanmu.

Lalu sang Raja menjawab: Demi Tuhan! Tak akan tersisa malam itu seorang bayi lahir kecuali akan kubunuh. Semua bayi dihabisi, kecuali bayi Daniel saja yang tidak dibunuh dan hanya dialungkan ke singa hutan. Namun singa itu enggan memangsanya, malah singa betinanya menjilat-jilat sang bayi dan tidak melukainya. Kemudian ibunya datang dan menemukan kedua singa (jantan dan betina) itu tengah menjulur-julurkan lidahnya ke tubuh anaknya. Allah lalu menyelamatkan bayi itu.

Setelah kejadian itu, ulama setempat menuturkan bahwa Daniel lalu melukis/mengabadikan gambarnya dan gambar kedua singa yang menjilatinya itu pada permata cincin agar dia tidak lupa akan nikmat Allah atasnya (diriwayatkan oleh Ibnu Abu Dunya dengan sanad hasan).

Dalam redaksi yang lain diceritakan: Selepas Nabi Musa ‘alaihis salam yang berselang cukup lama, ada seorang nabi yang dipanggil dengan Daniel. Nabi ini didustai oleh banyak kaumnya, diciduk oleh rajanya, seraya dilemparkan ke hadapan macan yang sengaja dibuat lapar di dalam perigi. Tapi ketika Allah melihat keelokan tawakal kepada-Nya dan kesabarannya demi menuntut sesuatu yang ada di sisi-Nya, maka Allah menahan mulut-mulut singa itu untuk memangsanya, malah ia berdiri dengan kedua kakinya di atas singa itu. Singa itu berhasil dijinakkan dan tidak melukainya. Lalu Allah mengirim Irmiya dari negeri Syria, yang kemudian membebaskan Daniel dari kesulitan ini, dan menghancurkan orang yang hendak melenyapkan Daniel.

Dari Abdullah bin Abu Hudhail, ia berucap: Nebukadnezar telah melatih dua ekor singa dan melemparkan keduanya ke dalam sumur. Lalu dia bawa Daniel dan dia masukkan ke dalam sumur itu, namun kedua singa itu tidak menerkamnya. Apa yang diinginkan Allah, itulah yang terjadi terhadap Daniel. Tapi sebagaimana manusia lainnya, Daniel pun ingin makan dan minum. Kemudian Allah mewahyukan Irmiya yang tengah berada di Syria agar menyiapkan makanan dan minuman untuk Daniel. Irmiya pun menyahut: Wahai Rabb, aku tinggaldi bumi yang suci (Syria) sedang Daniel ada di negeri Babilonia, negara bagian Irak. Lalu Allah kembali mewahyukan agar Irmiya mempersiapkan sesuatu yang sudah Allah perintahkan, dan Allah akan mengirim makhluk yang akan membawa dirinya sekaligus membawa apa yang sudah ia siapkan. Irmiya pun menunaikan perintah wahyu itu, lalu Allah Mengutus makhluk yang membawa Irmiya sekalian membawa segala sesuatu yang sudah disiapkannya, hingga sampai di mulut sumur itu, tempat Daniel tergolek. Daniel menyambutnya dengan bertanya: “Siapa anda?”

“Saya Irmiya,” jawabnya.
“Siapa yang membawamu?” tanya Daniel.
“Rabbmu mengutus aku agar menemuimu,” kata Irmiya.
Daniel menimpali: “Dia (Rabb) menyebut aku?”
“Ya,” jawab Irmiya.

Ucap Daniel: “Segala puji bagi Allah, Dzat yang tidak melupakan orang yang mengingat-Nya. Segala puji bagi Allah, Dzat yang tidak mengecewakan orang yang menharap-Nya. Segala puji bagi Allah, Dzat yang barangsiapa bertawakal kepada-Nya, niscaya Allah akan mencukupinya. Segala puji bagi Allah, Dzat yang barangsiapa menaruh kepercayaan penuh kepada-Nya, maka Allah tidak akan mewakilinya kepada yang lain. Segala puji bagi Allah yang mengganjar ihsan (kebajikan) dengan ihsan dan membalas keburukan dengan pengampunan. Segala puji bagi Allah yang membalas kesabaran dengan kejayaan. Segala puji bagi Allah yang telah mengangkat kesukaran kami setelah kesulitan kami. Segala puji bagi Allah, Yang adalah tumpuan kepercayaan kami ketika kami berpraduga buruk terhadap amal-amal kami. Segala puji bagi Allah, Dzat yang adalah tumpuan harapan kami ketika siasat telah terputus dari kami.”


Notes :
Nebukadnezar (604-561 SM) adalah Raja Babilonia yang menyerang Mesir dan membebaskan al-Quds, lantas membakarnya, juga mengusir orang-orang Yahudi ke Babilonia. (lihat al-Munjid)

Nabi Daniel adalah penulis Kitab Daniel, yaitu bagian dari Kitab Perjanjian Lama, yang juga pahlawan kenabian. Tradisi Masehi memasukkannya sebagai salah satu di antara empat Nabi yang besar (lihat al-Munjid dan al-Bidayah juz Ii, hlm. 36-38). Para sahabat menemukan makamnya dan segala hal yang bertautan dengannya saat pembebasan yang terjadi pada era Umar bin Khaththab.

Irmiya adalah salah satu nabi terbesar Bani Isra’il yang empat, yang memperoleh kenabian sebelum punahnya kerajaan orang-orang Yahudi. Ia banyak mengalami intimidasi dan siksaan dari pihak kerajaan.

Sumber : Surga di Dunia karya Ibrahim bin Abdullah Al-Hazimi (penerjemah: Abu Sumayyah Syahiidah), penerbit: Pustaka Al -Kautsar,cet. Kedua, Mei 2000, hal. 39-42.

Share:
Selamat Datang Di Web Blog The Nilawati Site, Saya mengucapkan banyak Terimakasih bagi siapapun yang sudah mengunjunginya.

Arsip Blog

Label

Agama (13) Blogger (21) Kisah Nabi (9) Traveling (5) Trik Blogger (9) Tutorial Blogger (12)

Arsip Blog

Terbaru

Komentar