Cara Membuat Iklan Melayang Di Blog

Untuk membuat iklan melayang di blog 
berikut caranya : 

1. Login Ke Blogger 
2. Rancangan/Design 
3. Tambah Gadget/ Add a gadget 
4. HTML/Javascript 

Kemudian Paste Kode Ini : 

<style type="text/css"> 
#gb{ 
position:fixed; 
top:10px; 
z-index:+1000; 

* html #gb{position:relative;} 


.gbcontent{ 
float:right; 
border:2px solid #000000; 
background:"bgcolor:transparent;"; 
padding:10px; 

</style> 

<script type="text/javascript"> 
function showHideGB(){ 
var gb = document.getElementById("gb"); 
var w = gb.offsetWidth; 
gb.opened ? moveGB(0, 30-w) : moveGB(20-w, 0); 
gb.opened = !gb.opened; 

function moveGB(x0, xf){ 
var gb = document.getElementById("gb"); 
var dx = Math.abs(x0-xf) > 10 ? 5 : 1; 
var dir = xf>x0 ? 1 : -1; 
var x = x0 + dx * dir; 
gb.style.top = x.toString() + "px"; 
if(x0!=xf){setTimeout("moveGB("+x+", "+xf+")", 10);} 

</script> 

<div id="gb"> 

<div class="gbtab" onclick="showHideGB()"> </div> 

<div class="gbcontent"> 

<div style="text-align:right"> 
<a href="javascript:showHideGB()"> 
.:[Close][Klik 2x]:. 
</a> 
</div> 
<center> 

TAMBAHKAN KODE IKLAN SOBAT BLOGGER DISINI !!!! 

</center> 

<script type="text/javascript"> 
var gb = document.getElementById("gb"); 
gb.style.center = (30-gb.offsetWidth).toString() + "px"; 
</script></div></div> 

Ket : TAMBAHKAN KODE IKLAN SOBAT BLOGGER DISINI !!!! Ganti dengan kode iklan sobat. 

Selamat Mencoba.

Share:

Cara Memasang Iklan Adsense Di Tengah Postingan Blog

Berikut adalah Cara Memasang Iklan Adsense Di Tengah Postingan Blog, 
Caranya : 

Masuk ke Blogger 
Pilih Rancangan - Edit Html - centang"expand widget template" 
Kemudian cari kode <data:post.body/> 
Kalau sudah ketemu hapus kodenya trus ganti dengan kode berikut : 

<div expr:id='"aim1" + data:post.id'></div> 
<div style="clear:both; margin:10px 0"> 

<!-- CODE ADSENSE DISINI --> 

</div> 
<div expr:id='"aim2" + data:post.id'> 
<data:post.body/> 
</div> 
<script type="text/javascript"> 
var obj0=document.getElementById("aim1<data:post.id/>"); 
var obj1=document.getElementById("aim2<data:post.id/>"); 
var s=obj1.innerHTML; 
var r=s.search(/x3C!-- adsense --x3E/igm); 
if(r>0) {obj0.innerHTML=s.substr(0,r);obj1.innerHTML=s.substr(r+16);} 
</script> 

Ganti kode yang berwarna biru dengan KODE IKLAN ADSENSE anda. 
Kemudian save Template. 

Perhatian : [+] Disetiap anda posting letakkan kode dimanapun anda ingin meletakkannya iklannya. 

Semoga bermanfaat. 
Share:

Kisah Nabi Hizqil AS

Nabi Hizqil  as hidup sekitar tahun 591 SM, dimana diperkirakan pada masa setelah Nabi Musa as dan sebelum Nabi Daud as. Dalam Kitab Qishashul Anbiya (Kisah Para Nabi), Ibnu Katsir ra, menerangkan bahwa Nabi Hizqil adalah putra dari Budzi. Adapun makna dari nama Hizqil adalah ”Allah menyucikannya”, hal ini sesuai dengan sikap hidup Nabi Hizqil  as, yang selalu dijauhkan Allah dari dosa.

Dalam hadist riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslìm;
  1. Muhammad bin Ishak menceritakan dari Wahab bin Munabih ra, ''Ketika Kalib bin Yofana kembali ke pangkuan Ilahi, yaitu setelah Yusya, semua urusan bani Israel diserahkan kepada Nabi Hizqil bin Budzi, putra Al-Ajuz yg telah mendoakan kaumnya sebagaimana telah disebutkan Allah dalam firman-Nya.”
  2. Hadist senada yang bersumber dari Al-Zuhri, Muhammad bin Ishak mengemukakan, ''Tidak disebut kan kepada kami berapa lama Nabi Hizqil menetap di tengah Bani Israel hingga akhirnya Allah SWT memanggilnya kembali ke sisi-Nya.''
Buya Haji Abdul Karim Amrullah (HAMKA), dalam bukunya Tafsir Al-Azhar menerangkan, bahwa Nabi Hizqil  as disebut dengan Nabi Hazqial as.

Berfirman Allah SWT;
”Apakah engkau tidak memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halaman mereka sedang mereka beribu-ribu jumlahnya karena takut mati. Maka Allah berfirman kepada mereka, ’Matilah kalian’, kemudian Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.”  (QS Al-Baqarah: 243).

Rasulullah saw bersabda;
”Wabah tersebut pernah ditimpakan sebagai siksaan bagi umat-umat sebelum kalian, jika kalian mendengar berita tentang penyakit itu di suatu daerah janganlah kalian memasuki daerah itu. Dan jika penyakit itu mewabah di daerah dimana kalian berada janganlah kalian keluar darinya karena hendak melarikan diri darinya.” (HR Ahmad).

Nama Nabi Hizqil as memang tidak disebutkan didalam Al-Quran tetapi kisahnya diceritakan di dalam surah Al-Baqarah: 243.

Asbath menceritakan dari Al-Saidi dari Abu Malik dari Abu Shalih dari Ibnu Abbas dari Murrah dari Ibnu Mas'ud dari beberapa sahabat mengenai firman Allah surah Al-Baqarah: 243.

Mereka mengatakan kampung halaman itu bernama Mawardan yang dijangkit penyakit ’tha'un’ (penyakit ganas, dimana pagi sakit sorenya wafat atau sore sakit paginya wafat). Akibatnya seluruh penduduk melarikan diri dan tinggal dipinggiran daerah tersebut. Sedang mereka yang menetap dikampung itu binasa tetapi ada juga dari mereka yang selamat.

Setelah penyakit tha'un lenyap, mereka pun kembali dalam keadaan selamat maka orang-orang yang tetap tinggal dikampung itu berkata, ”Para sahabat kami lebih beruntung dari kami, seandainya kami melakukan seperti yang mereka lakukan, niscaya kami akan tetap hidup. Jika penyakit tha'un mewabah yang kedua kalinya, kami akan ikut keluar bersama mereka.”

Pada tahun berikutnya penyakit tha'un itu melanda mereka kembali, maka mereka yang berjumlah  ribuan lebih melarikan diri hingga tinggal di lembah Afih. Mereka diseru malaikat dari bawah lembah dan dari atas lembah, ”Matilah kalian semua.” Mereka pun dilewati seorang Nabi yg bernama Nabi Hizqil as. Ketika menyaksikan mereka, Nabi Hizqil as berhenti, lalu berpikir tentang mereka itu dan kemudian menggerakkan kedua bibir dan jari-jarinya.

Allah mewahyukan kepada Nabi Hizqil as, ”Apakah engkau mau Aku perlihatkan bagaimana Aku menghidupkan mereka?” Nabi menjawab ”Ya.”  Lalu Allah memerintah Nabi Hizqil as, ”Serulah.” Maka Nabi pun berseru, ”Hai tulang-belulang, sesungguhnya Allah menyuruh kalian untuk bersatu.” Seketika itu juga tulang-belulang yang bertebaran, bergerak lalu saling memadu satu dengan lainnya, hingga akhirnya menjadi jasad yang masih dalam bentuk tulang.

Kemudian Allah mewahyukan kepada Nabi Hizqil as untuk berseru,”Hai sekalian tulang-belulang, sesungguhnya Allah menyuruh kalian agar kalian mengenakan daging.” Maka tulang-belulang itu pun langsung berlapiskan daging, berdarah sekaligus berpakaian.

Lalu Allah berkata kepada Nabi Hizqil, ”Serulah.” Maka Nabi pun berseru, ”Wahai para jasad, sesungguhnya Allah menyuruh kalian untuk bangkit.” Dan mereka pun bangkit.

Ketika orang-orang tersebut telah dihidupkan kembali mereka berkata, ”Mahasuci Engkau ya Allah, segala puji hanya bagi-Mu, tiada Tuhan melainkan Allah.” Mereka kembali kepada kaumnya dalam keadaan hidup padahal diketahui bahwa mereka sudah mati.

Allah menghidupkan mereka kembali setelah mereka mati, mereka berdiri hidup lagi dengan terbengong-bengong lalu mereka memuji Allah. Semoga kisah Islami ini bermanfaat bagi kita. Allaahumma aamiiiin.
Share:

Kisah Nabi Isa AS Dengan Orang Yang Sangat Serakah

Di kisah ini diceritakan pada suatu waktu Nabi Isa as. berjalan dengan seorang temannya yang baru ia kenal. Mereka berdua menelusuri jalan di tepi sungai dengan membawa tiga potong roti. Roti tersebut mereka bagi, untuk Nabi Isa sepotong, untuk teman barunya sepotong, sehingga masih tersisa satu potong roti lagi. Setelah memakan sepotong roti itu, Nabi Isa pergi menuju ke sungai untuk minum. 

Sekembalinya dari sungai, Nabi Isa melihat sepotong roti tadi sudah tidak ada. Ketika beliau bertanya kepada temannya, sang teman mengaku tidak tahu. Keduanya pun kembali melanjutkan perjalanan. Sesampai di sebuah hutan, mereka berdua duduk untuk beristirahat. Nabi Isa mengambil tanah dan kerikil, kemudian beliau berkata, “Jadilah emas dengan izin Allah.” Seketika tanah dan kerikil itu pun berubah menjadi emas. 

Kemudian Nabi Isa membagi emas yang berasal dari tanah dan kerikil tersebut menjadi tiga bagian. “Untukku sepertiga, dan kamu sepertiga, sedang sepertiga sisanya akan kuberikan untuk orang yang mengambil roti tadi.” Spontan teman Nabi Isa as. itu menjawab, “Akulah yang mengambil roti itu.” Nabi Isa kemudian berkata kepadanya , “O ya, kalau begitu ambillah dua bagian ini untukmu.” Setelah itu keduanya pun berpisah. teman Nabi Isa itu merasa sangat gembira. 

Namun dalam perjalanan, dia dihadang oleh dua orang perampok yang akan membunuhnya. teman Nabi Isa menawarkan kepada kedua perampok itu untuk membagi emas yang dibawanya menjadi tiga asalkan ia tidak dibunuh. Kedua orang perampok itupun setuju dengan usul tersebut. Kemudian salah seorang perampok menyuruh rekannya pergi 
ke pasar untuk membeli makanan. Ketika sampai di pasar, orang yang pergi berbelanja itu berfikir untuk merebut semua emas yang dibagikan tadi. Ia pun menaburkan racun ke dalam makanan yang dibelinya agar temannya dan nabi Isa mati dan ia pun dapat memiliki seluruh emas tersebut. Sepeninggalan salah seorang perampok yang membeli makanan, tinggallah teman Nabi Isa bersama seorang perampok lainnya di hutan itu. 

Namun perampok yang tinggal itu ternyata juga berpikiran sama seperti yang sedang pergi ke pasar. Ia lalu bersekongkol dengan teman Nabi Isa tadi untuk membagi emas itu berdua saja dan membunuh temannya yang berbelanja makanan jika nanti ia datang. Ketika perampok yang berbelanja itu datang dari pasar, ia pun langsung dibunuh, hartanya lalu dibagi dua. Karena merasa lapar, mereka berdua pun menyantap makanan yang telah diberi racun itu hingga mereka berdua mati. 

Saat Nabi Isa as. berjalan melewati hutan tersebut, beliau menemukan emas yang berasal dari tanah dan kerikil tadi di samping tiga mayat yang terbujur kaku. Beliau kemudian berkata “Inilah contoh orang yang rakus terhadap harta dan dunia, maka berhati-hatilah kamu kepadanya.” 

Sumber : Kisah Muslim, Semoga dengan kisah cerita ini menjadi 'itibar bagi kita, betapa keserakahan itu telah membuat mereka yang serakah mati sia-sia. Wassalam.
Share:

Kisah Nabi Uzair AS

Kisah Nabi Uzair AS Yang Tertidur Selama 100 Tahun

Nabi Uzair as adalah Hamba Allah yang terkasih, Beliau adalah keturunan Bani Israil ayahnya bernama Sarukha berasal dari keturunan al-Lawiyin, Nabi Uzair adalah Rasul yang diutuskan Allah SWT kepada kaum Bani Israel kira-kira 451 tahun sebelum masehi. Ibnu Katsir meriwayatkan bahwa Nabi Uzair lahir di antara tempo kenabian Nabi Dawud - Nabi Sulaiman as dan Nabi Zakaria as - Nabi Yahya as. 

Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: “Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur ?” Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: “Berapakah lamanya kamu tinggal di sini ?” Ia menjawab: “Saya (Uzair as) tinggal di sini sehari atau setengah hari.” Allah berfirman: “Sebenarnya kamu (Uzair as) telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah, dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang), Kami akan menjadikan kamu (Uzair as) tanda kekuasaan Kami bagi manusia, dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging.” Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata: “Saya (Uzair as) yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”( QS. Surah Al-Baqarah ayat : 259). 

Dikisahkan Nabi Uzair as atau Ezra sangat memahami setiap isi kandungan Taurat (hafiz kitab Taurat) sehingga beliau menjadi rujukan setiap masyarakat Yahudi pada zamannya. Pada zaman penjajahan Raja Bukhtunashar (Raja Persia Babil/Babilon) Baitul Maqdis dihancurkan dan kitab taurat semuanya sudah di bakar, lalu dikalangan masyarakat sudah tidak ada lagi yang hafal taurat, daripada itulah lalu Nabi Uzair yang telah wafat selama 100 tahun lamanya dihidupkan kembali oleh Allah swt. untuk menyelamatkan wahyu Allah (kitab taurat). Dan menjadi tanda kekuasaan Allah bagi manusia.

Namun, kejahilan Bani Israel pada masa itu menyebabkan mereka dosa syirik kepada Allah SWT sebagaimana yang diceritakan oleh Allah SWT dalam surah At-Taubah ayat 30,

Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putera Allah.” Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling ? (QS. Surah At-Taubah ayat : 30). 

Perbuatan mereka orang-orang yahudi ini amatlah berdosa (murtad) dan dilaknat oleh Allah karena Maha Suci Allah dari mempunyai anak. 

Hadist Nabi Muhammad SAW tentang Nabi Uzair AS : Diriwayatkan oleh Abdullah bin Abdurrahman bin Abu Bakar As-Shidiq, di Kitab Nuril Akwan yang ditulis oleh Abi Hasan Al Bishri, Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa bersaksi bahwa sesungguhnya Nabi Uzair itu adalah hamba Allah yang Maha Pemurah, maka Allah membukakan baginya pintu surga dan menjauhkannya dari tipu daya setan dan menyatukannya bersama hamba-hamba Allah yang Maha Pemurah". (Syahadat ini dibaca setelah syahadat kepada Allah dan RasulNya).
Share:
Selamat Datang Di Web Blog The Nilawati Site, Saya mengucapkan banyak Terimakasih bagi siapapun yang sudah mengunjunginya.

Arsip Blog

Label

Arsip Blog

Terbaru

Komentar